Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Di Tengah Keterbatasan PPPK Paruh Waktu, Mamuju Cari Jalan Keluar lewat BLUD dan Outsourcing

Di Tengah Keterbatasan PPPK Paruh Waktu, Mamuju Cari Jalan Keluar lewat BLUD dan Outsourcing

Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju masih berharap pemerintah pusat membuka kembali kebijakan penambahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju, Suaib, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026.

Adapunrombongan yang berkunjung ke Menpan-RB dan Mendagri antara lain, Sekda Mamuju, Kepala BKD Mamuju, Kepala Inspektorat Mamuju dan Kabag Organisasi Setda Mamuju serta 3 orang perwakilan Tenaga Kesehatan.

Suaib menjelaskan, harapan tersebut didasarkan pada hasil konsultasi dan koordinasi Pemkab Mamuju dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berlangsung pada 12–15 Januari 2026.

“Dari hasil konsultasi tersebut, disampaikan bahwa pengusulan PPPK paruh waktu hanya dilaksanakan satu kali. Namun, usulan penambahan PPPK paruh waktu dari Pemkab Mamuju telah diterima oleh pihak KemenPAN-RB,” ujar Suaib.

Meski demikian, Pemkab Mamuju masih sangat berharap agar kebijakan PPPK paruh waktu dapat kembali dibuka, mengingat kebutuhan daerah terhadap tenaga layanan publik masih cukup besar. Ini juga menjadi perhatian serius banyak daerah, sebutnya.

Suaib mengungkapkan, persoalan keterbatasan kuota PPPK paruh waktu tidak hanya dialami Kabupaten Mamuju, tetapi juga terjadi di banyak daerah di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, KemenPAN-RB melalui surat yang diterbitkan pada November 2025 memberikan solusi alternatif bagi tenaga kesehatan yang belum terakomodir dalam skema pembiayaan BLUD menyesuaikan pendapatan layanan kesehatan.

“Tenaga kesehatan yang belum terakomodir dapat diakomodasi melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas sebagai tenaga profesional,” jelasnya.

Sementara untuk tenaga pendidik non-ASN, Suaib menyampaikan bahwa selama Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 belum mengalami perubahan, maka tenaga pendidik masih dapat diakomodasi melalui mekanisme pendanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Lebih lanjut, Suaib menegaskan bahwa Pemkab Mamuju saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) terkait BLUD Puskesmas, khususnya pengaturan tenaga profesional di sektor kesehatan, selain itu untuk tenaga teknis lainnya itu dapat melalui skema outsorching.

“Kami terus berharap kepada KemenPAN-RB agar dapat mempertimbangkan dan menerima usulan penambahan PPPK paruh waktu yang telah kami sampaikan sejak September 2025, karena kebutuhan ini juga sejalan dengan kondisi yang dihadapi daerah lain di Indonesia, dan kami mendapatkan jawaban untuk mereka (Menpan RB) akan mengkomunikasikan lebih lanjut ketingkat pimpinan mereka,” pungkas Suaib.

Pemkab Mamuju berkomitmen terus mencari solusi terbaik agar pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan kebijakan dan regulasi. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • DLHK Sulbar Gelar Korvei Aksi Bersih “Ramadhan Minim Sampah” di Pantai Bahari Polman

    DLHK Sulbar Gelar Korvei Aksi Bersih “Ramadhan Minim Sampah” di Pantai Bahari Polman

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Dalam semangat bulan suci yang identik dengan pengendalian diri dan kepedulian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turut menggelar kegiatan Korvei Aksi Bersih bertajuk Gerakan Indonesia Asri: Ramadhan Minim Sampah, Puasa Berkah, Bumi Terjaga, pada Minggu 1 Maret 2026, bertempat di Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Kegiatan ini […]

  • DPRD Bontang Kaji Revisi Perda Miras, Alfin Minta Jangan Gegabah

    DPRD Bontang Kaji Revisi Perda Miras, Alfin Minta Jangan Gegabah

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Wacana legalitas Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Berbas Pantai kembali memunculkan pembahasan terkait revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 27 Tahun 2002 tentang minuman keras (miras) di Kota Bontang. Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, menilai pemerintah daerah saat ini berada pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi terdapat […]

  • Pemprov Sulbar Kembali Melaksanakan Gerakan Pangan Murah, Layani Masyarakat

    Pemprov Sulbar Kembali Melaksanakan Gerakan Pangan Murah, Layani Masyarakat

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan Sulbar kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di depan kantor Gubernur, Rabu 8 Oktober 2025. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Abd Waris Bestari mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap minggunya. “Kita laksanakan dalam kota maupun di pinggir kota Mamuju dan juga gencar dilaksanakan setiap kabupaten,” […]

  • Tekan Stunting, Pemkot Bontang Timbang 9.840 Balita Serentak

    Tekan Stunting, Pemkot Bontang Timbang 9.840 Balita Serentak

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui Operasi Timbang Serentak 2026. Sebanyak 9.840 balita menjadi sasaran pemantauan tumbuh kembang di seluruh wilayah Kota Taman. Operasi Timbang Serentak resmi dibuka secara daring dari Ruang Rapat DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6/2026), dipimpin langsung Wali Kota Bontang bersama jajaran pemerintah daerah dan pemangku […]

  • Pemprov Sulbar dan Mateng Sepakati Sejumlah Program Prioritas 2027

    Pemprov Sulbar dan Mateng Sepakati Sejumlah Program Prioritas 2027

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mulai merumuskan arah pembangunan tahun 2027. Sejumlah program prioritas disepakati dalam pembahasan desk usulan yang digelar di Kantor Bapperida Sulbar, Selasa (7/4/2026). Rapat yang melibatkan perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten ini menghasilkan kesepakatan sejumlah program strategis, meski beberapa usulan lainnya harus ditunda atau ditolak. Kepala […]

  • Pemkot Bontang Evaluasi Program MBG Pasca Keracunan: Human Error Jadi Peringatan Dini

    Pemkot Bontang Evaluasi Program MBG Pasca Keracunan: Human Error Jadi Peringatan Dini

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Insiden keracunan makanan yang menimpa sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah evaluasi serius. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sepele, mengingat program MBG menyasar anak-anak sekolah yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Meski demikian, ia meyakini insiden ini tidak […]

expand_less