Pupuk Kaltim Bekali 30 Petani Marangkayu, Pengetahuan dan Sarana Didorong Berjalan Bersama
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month 14 jam yang lalu

INTUISI.id – Pengetahuan bertani akan lebih berarti jika bisa langsung dipraktikkan. Karena itu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tidak hanya memberikan pelatihan kepada petani di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, tetapi juga menyiapkan sarana pendukung untuk menerapkan pengetahuan tersebut di lahan.
Melalui program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI), Pupuk Kaltim membekali 30 petani dari sejumlah desa di Marangkayu dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan pertanian secara produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan berlangsung di Marangkayu, Minggu (4/10/2026), dengan peserta berasal dari Desa Sebuntal, Semangkok, Bunga Putih, Sambera Baru, Makarti, Prangat Selatan, dan Prangat Baru.
SVP Umum Pupuk Kaltim Wisnu Wibowo mengatakan, PAK TANI dirancang agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan petani sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan sarana pendukung. Dengan begitu, petani memiliki bekal pengetahuan sekaligus alat untuk mengimplementasikannya.
“Hal ini bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya petani yang menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Wisnu saat membuka pelatihan.
Wisnu mengatakan, Marangkayu memiliki potensi pertanian yang cukup besar, mulai dari padi, hortikultura hingga perkebunan. Potensi tersebut, kata dia, perlu didukung peningkatan kapasitas petani agar pengelolaannya semakin optimal.
Materi PAK TANI disusun berdasarkan kebutuhan petani, antara lain budidaya padi sawah, pemupukan dan pembuatan kompos, manajemen kelompok tani, pengendalian hama dan penyakit pada semangka, terong dan tomat, protokol pemeliharaan tanaman, serta budidaya hortikultura dan perkebunan.
Pupuk Kaltim juga mengenalkan Biodex, biodekomposer produksi perusahaan yang dapat digunakan untuk membantu proses penguraian bahan organik dalam pembuatan kompos.
Pemanfaatan Biodex diharapkan membantu petani mengolah bahan organik yang tersedia di sekitar lahan pertanian menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya.
“Jadi sumber daya yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan lebih optimal, sejalan dengan semangat untuk membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Wisnu.
Tak berhenti pada materi, Pupuk Kaltim turut memberikan 62 sak Biodex dan 30 unit electric sprayer kepada seluruh peserta.
Electric sprayer dapat digunakan untuk mendukung pemeliharaan tanaman, sedangkan Biodex dimanfaatkan dalam pengolahan bahan organik dan pembuatan kompos.
Wisnu berharap seluruh bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk mendukung penerapan hasil pelatihan di lahan.
“Bantuan yang diberikan kami harap benar-benar dimanfaatkan. Prinsipnya, kami ingin menghubungkan antara pengetahuan dengan sarana yang dapat digunakan untuk mengimplementasikannya di lapangan,” tuturnya.
Sekretaris Kecamatan Marangkayu Rahmatang menyambut positif pelaksanaan PAK TANI. Menurutnya, program tersebut memberikan dua hal sekaligus kepada petani, yakni pengetahuan dan dukungan sarana untuk menunjang kegiatan pertanian.
“Ini kegiatan yang sangat baik bagi masyarakat kami, karena para petani mendapatkan pengetahuan sekaligus dukungan sarana yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian,” kata Rahmatang.
Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak petani di Kecamatan Marangkayu. Menurutnya, peningkatan kapasitas diperlukan agar masyarakat semakin mampu mengelola potensi pertanian yang dimiliki daerah.
“Kami harap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh para petani. Jangan hanya berhenti di pelatihan, tetapi bisa dipraktikkan dan dikembangkan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Wisnu mengatakan Pupuk Kaltim akan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Melalui PAK TANI, perusahaan berharap penguatan kapasitas petani dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pertanian Marangkayu. Pengetahuan, keterampilan, sarana pendukung, dan potensi lokal diharapkan dapat berjalan bersama sehingga petani semakin mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.
“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Saat pengetahuan, keterampilan, sarana, dan potensi lokal dapat berjalan bersama, masyarakat akan memiliki dasar kuat untuk mengembangkan pertanian secara mandiri,” tambah Wisnu. (Luppi)
- person

Saat ini belum ada komentar