Gerindra Bontang Ubah Strategi Politik, Target 5 Kursi di Pileg 2029
- DPRD Bontang
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026

INTUISI.ID – DPC Partai Gerindra Bontang mulai menyiapkan strategi baru menghadapi Pemilu 2029 dengan fokus pada penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah.
Ketua DPC Gerindra Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa pola lama yang terlalu bergantung pada calon legislatif (caleg) dan kekuatan logistik akan ditinggalkan.
“Selama ini kita bertumpu pada caleg dan logistik. Akibatnya, rasa memiliki terhadap partai masih kurang,” ujarnya, Sabtu (19/4/2026).
Menurutnya, strategi ke depan akan mengombinasikan kekuatan struktur partai dengan peran caleg. Seluruh elemen partai, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, ditargetkan bergerak secara serentak.
Langkah tersebut disusun dalam tahapan jangka panjang. Pada 2026, fokus diarahkan pada penguatan struktur internal. Tahun 2027 akan difokuskan pada rekrutmen saksi serta sosialisasi program, sementara 2028 menjadi fase aksi lapangan sebelum memasuki Pemilu 2029.
“Kalau mulai dari sekarang, 2029 kita tidak mulai dari nol lagi,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, Gerindra Bontang menargetkan lima kursi di DPRD Bontang. Target itu dinilai realistis jika seluruh rencana berjalan sesuai skema.
Agus Haris bahkan menyatakan siap bertanggung jawab atas capaian tersebut. “Kalau hasilnya sama seperti sebelumnya, saya siap mundur,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, partai juga mulai menjaring bakal calon legislatif sejak dini. Prioritas diberikan kepada figur yang memiliki pengaruh serta basis massa yang jelas.
Keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, hanya satu perempuan dari total 25 anggota DPRD Bontang.
“Ini menjadi evaluasi. Minimal harus ada tiga perempuan,” ujarnya.
Gerindra menargetkan sekitar 10 caleg perempuan dari total 25 kandidat yang akan diusung. Tidak hanya sekadar memenuhi kuota, tetapi juga memiliki kapasitas dan kualitas.
Secara organisasi, Gerindra Bontang memiliki lebih dari 300 kader, dengan sekitar 40 persen di antaranya perempuan. Namun demikian, persoalan loyalitas kader masih menjadi tantangan.
“Kita tidak kekurangan orang berkualitas. Tantangannya ada pada loyalitas,” tutup Agus.
Gerindra menilai penguatan struktur dan soliditas kader menjadi kunci utama dalam menghadapi Pemilu 2029. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar