Kebutuhan RTLH Masih Tinggi, Pemkot Bontang Tambah Usulan Bantuan hingga ke Pusat
- BERITA PARIWARA Pemerintahan
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026

Intuisi.id – Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Bontang masih jauh dari terpenuhi. Pemerintah Kota Bontang kini mendorong penambahan kuota bantuan, baik dari APBD maupun usulan ke pemerintah pusat dan provinsi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa meski program perbaikan rumah terus berjalan, jumlah warga yang membutuhkan masih cukup besar dibandingkan ketersediaan anggaran.
Hal itu disampaikannya saat meninjau hasil renovasi RTLH melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) daerah di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026).
“Permintaan perbaikan rumah masih tinggi, sementara kemampuan anggaran kita terbatas. Karena itu, kami upayakan tambahan dari berbagai sumber,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Bontang berencana menambah alokasi RTLH melalui APBD Perubahan 2026, meski jumlahnya masih terbatas sekitar 10 unit rumah dengan total anggaran Rp500 juta.
Di sisi lain, pemerintah juga mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat sekitar 300 unit rumah, serta bantuan dari APBD Provinsi Kalimantan Timur yang diperkirakan mencakup 80 unit rumah.
“Untuk bantuan dari provinsi dan pusat nilainya memang lebih kecil, tapi tetap bisa membantu perbaikan dasar seperti atap, dinding, dan lantai,” jelasnya.
Program RTLH sendiri dinilai menjadi salah satu upaya strategis dalam mengurangi kawasan permukiman kumuh di Bontang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengungkapkan tingginya usulan RTLH di wilayahnya. Dari 33 RT, tercatat ada 152 rumah yang diajukan untuk perbaikan pada 2026.
Namun, hingga saat ini kuota yang tersedia baru mencakup sebagian kecil dari jumlah tersebut.
Ia menambahkan, proses verifikasi juga melibatkan pihak kementerian yang telah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan.
“Yang sudah masuk tahap persetujuan sementara sekitar 16 unit. Sisanya masih menunggu proses verifikasi lanjutan,” terangnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar