Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Tak Hanya Pembinaan, Lapas Bontang Buka Akses Pendidikan Kesetaraan bagi WBP

Tak Hanya Pembinaan, Lapas Bontang Buka Akses Pendidikan Kesetaraan bagi WBP

INTUISI.id – Menjalani masa pidana bukan berarti kesempatan untuk belajar harus terhenti. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap diberi ruang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang rutin dilaksanakan Lapas Bontang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Bontang.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan WBP sekaligus upaya memenuhi hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak selama menjalani masa pidana.

Terbaru, sejumlah WBP yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan menerima ijazah sebagai bukti kelulusan pada jenjang pendidikan masing-masing.

Plt. Kepala Lapas Bontang melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimaswat), Sarifudin, mengatakan Lapas Bontang berkomitmen memberikan akses pendidikan yang layak kepada seluruh warga binaan.

Menurutnya, kerja sama dengan PKBM Melati Bontang memungkinkan pelaksanaan pendidikan kesetaraan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan ujian dan penerbitan ijazah.

“Tahun ini yang mengikuti Paket A sebanyak 53 orang, Paket B 35 orang, dan Paket C 30 orang,” kata Sarifudin.

Ia menjelaskan, peserta pendidikan kesetaraan terdaftar secara resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan demikian, WBP dapat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran dan ujian kelulusan hingga memperoleh ijazah resmi.

Materi pembelajaran juga disesuaikan dengan kurikulum pendidikan kesetaraan nasional sehingga proses pendidikan yang diterima warga binaan memiliki standar yang jelas.

“Semua sesuai aturan. Sehingga mereka mendapat pendidikan yang layak. Bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga proses pembinaan kemandirian dan kepribadian yang baik,” ujarnya.

Kegiatan belajar mengajar pendidikan kesetaraan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Program ini telah berjalan secara rutin di Lapas Bontang sejak 2015.

Keberlanjutan program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Selain meningkatkan pengetahuan, pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi WBP ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Sarifudin menambahkan, pada tahun ini sejumlah warga binaan juga telah memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan.

“Alhamdulillah, tahun ini sudah mendapatkan ijazah Paket C tiga orang dan Paket B satu orang,” tutupnya.

Melalui program pendidikan kesetaraan tersebut, Lapas Kelas IIA Bontang terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada masa menjalani pidana, tetapi juga menyiapkan WBP agar memiliki bekal pendidikan, keterampilan, dan kepribadian yang lebih baik untuk menghadapi kehidupan setelah bebas. (Luppi)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Gelar Syukuran, Ansar Malle Motivasi PPPK Paruh Agar Semangat Tingkatkan Etos Kerja

    Gelar Syukuran, Ansar Malle Motivasi PPPK Paruh Agar Semangat Tingkatkan Etos Kerja

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Ruang Kerja Biro Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Lantai I Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin, 22 Desember 2025. Kepala Biro Umum Setda Sulawesi Barat, Anshar Malle, bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga atas pengangkatan staf honorer […]

  • TP-PKK Sulbar Apresiasi Tempat Bermain Anak di BKD Sulbar

    TP-PKK Sulbar Apresiasi Tempat Bermain Anak di BKD Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Barat, Harsinah Suhardi, meresmikan Tempat Bermain Anak di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar, Jumat (3/10/2025). Fasilitas tersebut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pegawai, khususnya para ibu yang memiliki balita, agar tetap bisa bekerja dengan tenang tanpa khawatir meninggalkan anaknya. Dalam kesempatan itu, Harsinah mengapresiasi langkah BKD […]

  • Dana APBD Harus Dialokasikan untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kutim

    Dana APBD Harus Dialokasikan untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kutim

    • 0Komentar

      KUTAI TIMUR , Intuisi.id —Perlu adanya pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai alat strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). APBD dapat berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan oleh Yulianus Palangiran, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Yulianus menjelaskan, alokasi anggaran yang tepat dan […]

  • Ilustrasi Kerja dari Rumah

    Tips dan Trik Meningkatkan Produktivitas Kerja dari Rumah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Kerja dari rumah kini menjadi kebiasaan baru bagi banyak orang. Meski menawarkan fleksibilitas yang tinggi, bekerja dari rumah juga memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga produktivitas. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda tetap produktif saat bekerja dari rumah. Tentu, berikut adalah artikel dengan setiap kalimat terdiri dari 20 kata: 1. […]

  • Kepala Bapperida Sulbar Sebut Perlunya Investasi Bidang Kesehatan dalam Mengembangkan Perekonomian Suatu Daerah

    Kepala Bapperida Sulbar Sebut Perlunya Investasi Bidang Kesehatan dalam Mengembangkan Perekonomian Suatu Daerah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Junda Maulana menyebut perlunya investasi bidang kesehatan dalam mengembangkan perekonomian suatu daerah. Menurut Junda, pentingnya perhatian terhadap investasi kesehatan itu karena berpengaruh terhadap ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesimpulan itu didasarkan dari beberapa penelitian global yang disebutkannya saat […]

  • Gubernur Sulbar Usulkan Sistem TPP Berbasis Komunal untuk Tingkatkan Kinerja

    Gubernur Sulbar Usulkan Sistem TPP Berbasis Komunal untuk Tingkatkan Kinerja

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) melontarkan usulan baru soal sistem pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Nantinya, TPP tak lagi dihitung berdasarkan kinerja individu, tapi akan berbasis komunal alias dilihat dari performa satu SKPD secara menyeluruh. “Ide saya juga mungkin saya akan merubah sistem pembayaran TPP, bukan lagi dihitung secara individu kinerja seseorang, […]

expand_less