Syarat Kesehatan Gratispol Dinilai Terlalu Ketat, DPRD Bontang Khawatir Warga Sulit Akses Layanan Kesehatan
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026

INTUISI.id – Ketatnya proses verifikasi program kesehatan Gratispol di Kota Bontang menjadi sorotan. Hingga kini, realisasi penerima program tersebut baru mencapai 1.918 warga dari total kuota 3.800 penerima yang disediakan untuk Kota Bontang.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahktiar Mabe, menjelaskan pengajuan peserta Gratispol memang harus melalui proses persetujuan pemerintah provinsi sehingga verifikasinya dilakukan cukup selektif.
Menurutnya, pengajuan peserta umumnya baru dapat diproses ketika warga sudah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
“Kalau belum sakit biasanya belum diproses. Tetapi ketika sudah dirawat di rumah sakit atau puskesmas baru bisa diproses. Itu yang menjadi kendala saat ini,” jelasnya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Bontang. Anggota Komisi A DPRD Bontang, Yusuf, meminta pemerintah lebih fleksibel dalam menerapkan syarat administrasi program Gratispol agar tidak menyulitkan masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan.
Menurutnya, persoalan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terhambat prosedur administrasi.
“Jangan sampai nanti muncul persoalan baru di masyarakat. Karena urusan kesehatan ini tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Politikus PKB itu menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kondisi di lapangan, terutama bagi warga yang kesulitan melengkapi persyaratan administrasi ketika membutuhkan penanganan medis.
Ia menegaskan pemerintah tidak bisa hanya berpatokan pada aturan administrasi semata.
“Pemerintah harus mulai memikirkan langkah antisipasi untuk kebutuhan masyarakat ke depan,” katanya.
Yusuf juga meminta adanya kebijakan khusus dalam kondisi darurat agar warga tetap bisa memperoleh layanan kesehatan meski belum memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
“Ada kondisi tertentu yang memang perlu disikapi dengan kebijakan khusus. Karena masyarakat yang sedang sakit tentu lebih fokus mencari pengobatan,” tegasnya.
Selain menyoroti Gratispol, ia juga mengingatkan adanya potensi kekurangan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp1,2 miliar yang perlu segera diantisipasi pemerintah daerah.
“Hal seperti ini harus dipikirkan dari sekarang supaya pemerintah tidak kewalahan nantinya,” pungkasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar