Seiring Pertumbuhan Ekonomi, UMK Bontang Diproyeksi Naik Hingga Rp4 Juta
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026

Intuisi.id – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di Bontang diproyeksikan akan lebih tinggi seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa kenaikan UMK ke depan akan mengikuti pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor migas maupun nonmigas.
Ia menjelaskan, pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Bontang sempat mengalami kontraksi hingga minus 2 persen. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan UMK yang sangat terbatas, yakni hanya sekitar Rp19.000.
“Waktu itu kita tidak bisa menaikkan UMK secara signifikan karena perhitungannya berdasarkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Sabtu (1/4/2026).
Namun, kondisi ekonomi Bontang kini mulai menunjukkan perbaikan. Neni menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi terbaru telah mencapai angka sekitar 3 persen lebih, sementara sektor migas bahkan mencatat pertumbuhan hingga di atas 6 persen.
Dengan tren positif tersebut, ia optimistis nilai UMK ke depan akan mengalami kenaikan. Meski demikian, besaran kenaikan tetap akan dihitung sesuai regulasi yang berlaku.
“Sekarang pertumbuhan kita sudah membaik, sekitar 3,7 persen. Bisa saja UMK nanti mendekati Rp4 juta, tapi tetap ada hitungannya sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perhitungan UMK di Bontang tidak hanya mengacu pada satu sektor saja, melainkan mempertimbangkan kombinasi pertumbuhan ekonomi dari sektor migas dan nonmigas. Hal ini penting mengingat Bontang merupakan kota industri yang memiliki ketergantungan cukup besar terhadap sektor energi.
“Harapannya, penetapan UMK tetap adil dan sesuai kondisi ekonomi daerah,” tandasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar