Tiga Nama Dibahas, Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera Akhirnya Sepakati Syamsul Samad dan Fatmawati Salim

Intuisi.id, Mamuju – Setelah melalui beberapa kali pembahasan, Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera akhirnya mengerucutkan tiga nama menjadi dua kandidat calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Dalam rapat ketiga yang digelar di Hotel d’Maleo Mamuju, Rabu (7/10/2026) malam, tujuh partai politik pengusung pasangan Suhardi Duka–Salim S. Mengga menyepakati Syamsul Samad dari Partai Demokrat dan Fatmawati Salim dari Partai NasDem untuk diteruskan kepada Gubernur Sulbar.
Keputusan tersebut diambil secara aklamasi setelah pimpinan partai melakukan komunikasi dan pembahasan sebelum rapat. Sebelumnya, tiga nama yang dibahas koalisi adalah Syamsul Samad, Fatmawati Salim dan Abdul Latif dari PKS.
Ketua Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera, Sukri Umar, mengatakan pembahasan kali ini berlangsung lebih lancar dibandingkan rapat sebelumnya.
“Alhamdulillah malam ini disepakati untuk mengusung dua nama yakni Syamsul Samad, Fatmawati Salim,” kata Sukri.
Menurut Sukri, keputusan tersebut menjadi hasil komunikasi antarpimpinan tujuh partai yang tergabung dalam koalisi. Selanjutnya, koalisi akan menyelesaikan dokumen administrasi sebelum kedua nama tersebut disampaikan kepada Gubernur Sulbar.
“Hal-hal yang sifatnya administrasi berupa penandatanganan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk menyurat ke Gubernur, kami beri kesempatan kepada teman-teman partai paling lama satu minggu dari malam ini,” ujarnya.
Sukri mengatakan suasana rapat kali ini relatif lebih cair karena komunikasi antarpimpinan partai telah dilakukan sebelumnya.
“Tadi landai saja. Teman-teman mungkin karena sudah ada komunikasi sebelumnya, sehingga komunikasi malam ini cukup kekeluargaan dan bisa mengambil sikap yang sangat baik,” katanya.
Dengan keputusan tersebut, nama Abdul Latif yang sebelumnya masuk dalam tiga kandidat tidak dilanjutkan dalam dua nama yang akan diteruskan kepada Gubernur.
Sekretaris DPW PKS Sulbar, Hamar, membenarkan sikap tersebut. Ia mengatakan keputusan diambil setelah PKS melakukan komunikasi internal untuk mencari jalan keluar atas proses pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulbar.
Menurut Hamar, PKS mempertimbangkan agar proses pengisian jabatan tersebut tetap berjalan dan Gubernur Suhardi Duka nantinya memiliki pendamping.
“Kalau ini keinginan bersama, kita tidak mau juga Pak Gubernur bekerja sendirian. Kita menginginkan ada pendampingnya. Kalau tidak ada partai yang mengalah dan tetap tiga nama calon yang keluar, itu tidak bisa,” ujar Hamar.
Karena itu, PKS memilih menarik nama Abdul Latif dari proses pengusulan dua nama.
“Maka kami dari PKS mengambil sikap untuk kebaikan bersama orang Sulawesi Barat. Agar Pak Gubernur ada pendampingnya, kami siap mengkomunikasikan kembali ke DPP,” katanya.
Hamar menegaskan keputusan tersebut tidak disertai syarat khusus. PKS, kata dia, hanya meminta waktu untuk berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait hasil keputusan koalisi dan rekomendasi Abdul Latif.
“Tidak ada, kita tidak punya syarat khusus untuk mundur. Hanya semata-mata untuk kebaikan bersama warga Sulawesi Barat, agar ada wakil gubernurnya dan Pak SDK ada pendampingnya,” ujarnya.
PKS juga menerima hasil rapat koalisi yang menetapkan Syamsul Samad dan Fatmawati Salim sebagai dua nama yang akan diproses lebih lanjut.
“PKS menerima hasil koalisi untuk menetapkan dua nama ini. Syarat yang kami minta hanya diberikan waktu untuk komunikasi dengan DPP dan mengurus rekomendasi,” kata Hamar.
Ia mengatakan komunikasi dengan DPP PKS akan segera dilakukan untuk menentukan tindak lanjut atas keputusan tersebut.
Dengan kesepakatan dua nama tersebut, proses pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulbar kini memasuki tahap administrasi.
Koalisi akan memberikan waktu paling lama satu minggu kepada partai-partai pengusung untuk menyelesaikan dokumen yang diperlukan sebelum kedua nama disampaikan kepada Gubernur Sulbar.
Sebelumnya, proses penentuan dua nama sempat tertunda setelah tiga nama muncul dalam pembahasan koalisi, yakni Syamsul Samad, Abdul Latif dan Fatmawati Salim. Masing-masing partai kemudian diberi ruang untuk melakukan komunikasi internal sebelum rapat kembali digelar.
Dengan hasil rapat 7 Oktober tersebut, Syamsul Samad dan Fatmawati Salim menjadi dua nama yang disepakati koalisi untuk diteruskan dalam proses pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. (*/Zk)
- person

Saat ini belum ada komentar