Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Program MBG Tak Ganggu APBD, Vananzda Berikan Penjelasan

Program MBG Tak Ganggu APBD, Vananzda Berikan Penjelasan

INTUISI.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran mungkin diperlukan sebagai dampak dari pelaksanaan program tersebut.

Vananzda sapaan akrabnya, menanggapi bahwa besaran biaya MBG yang dialokasikan sebesar Rp15.000 per anak, yang dinilai belum mencukupi, terutama di daerah dengan harga pokok yang tinggi seperti Kalimantan Timur.

“Kalau ditanya apakah Rp15.000 per anak cukup, tentu saja tidak. Namun, mungkin pemerintah saat ini baru bisa mengalokasikan anggaran sebesar itu,” kata Vananzda.

Lebih lanjut kata Vananzda, menyampaikan bahwa program MBG masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Dirinya meyakini bahwa program ini akan selalu dievaluasi secara berkala, terutama dengan mempertimbangkan variasi harga pokok di berbagai daerah.

“Ini masih tahap awal. Saya yakin dalam beberapa bulan atau tahun ke depan, program ini akan dievaluasi. Perbedaan harga pokok di setiap daerah, seperti Jawa, Papua, dan Kalimantan pasti berbeda,” ungkap Vananzda.

Dirinya memberikan contoh perbedaan harga pokok antara Samarinda dan Bontang, dua kota di Kalimantan Timur yang memiliki variasi harga cukup signifikan.

“Jangan jauh-jauh, Samarinda dan Bontang saja sudah berbeda. Harga bahan pokok di Bontang lebih mahal dibandingkan di Samarinda. Ini menunjukkan bahwa variasi harga pokok antardaerah harus diperhatikan dalam pelaksanaan program MBG,” ucapnya.

Vananzda juga menyoroti potensi dampak program MBG terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda. Ia berharap program nasional ini tidak mengganggu konsentrasi pembangunan dan pelayanan publik di tingkat daerah.

“Program MBG ini penting, tetapi kita juga harus memastikan bahwa pelaksanaannya tidak mengganggu APBD kota. Pemerintah pusat dan daerah perlu berkoordinasi dengan baik agar program ini berjalan efektif tanpa membebani anggaran daerah,” tegas Vananzda.

Sebagai solusi, dirinya menyarankan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk menyesuaikan alokasi anggaran dengan kondisi ekonomi dan harga pokok di setiap daerah.

“Evaluasi harus dilakukan secara berkala, dan alokasi anggaran perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Jangan sampai program ini justru menimbulkan masalah baru karena ketidakcukupan anggaran,” tandas Vanandza. (Him/Adv/DPRDSamarinda)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Siap Berprestasi! Kapolda Sulbar Kukuhkan Komite Olahraga Polri

    Siap Berprestasi! Kapolda Sulbar Kukuhkan Komite Olahraga Polri

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Dalam upaya mendukung pengembangan bakat dan prestasi personel di bidang olahraga, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar secara resmi mengukuhkan Komite Olahraga Polri (KOP) di jajaran Polda Sulbar. Acara pengukuhan berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar pada Selasa (19/11/2024). Dengan dibentuknya KOP, Kapolda Sulbar berharap tercipta wadah yang terstruktur untuk pembinaan dan […]

  • Polsek Tapalang Hadir sebagai Problem Solver, Isu Tuduhan Ilmu Hitam Berakhir dengan Perdamaian

    Polsek Tapalang Hadir sebagai Problem Solver, Isu Tuduhan Ilmu Hitam Berakhir dengan Perdamaian

    • 0Komentar

    Mamuju – Merespons laporan dari warga binaan terkait adanya perselisihan yang dipicu salah satu warga diduga memiliki ilmu hitam, Bhabinkamtibmas Desa Taan Polsek Tapalang Polresta Mamuju bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk mencegah konflik berkembang di tengah masyarakat. Setibanya di lokasi, Bhabinkamtibmas bersama Kepala Dusun dan tokoh masyarakat segera mempertemukan pihak yang diduga menyebarkan informasi […]

  • Tahun 2026 Terapkan Merit System, Sekda Sulbar Tekankan Akurasi Data ASN

    Tahun 2026 Terapkan Merit System, Sekda Sulbar Tekankan Akurasi Data ASN

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, memimpin Sosialisasi Pemutakhiran Data SI-ASN sebagai Data Pendukung Penerapan Manajemen Talenta, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu, 7 Januari 2026. Dalam arahannya, Sekda Junda Maulana menegaskan bahwa mulai tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan menerapkan sistem merit berbasis manajemen talenta dalam proses promosi dan […]

  • Kolaborasi Jadi Kunci, Amujib Apresiasi Rangkaian Musrenbang Sulbar

    Kolaborasi Jadi Kunci, Amujib Apresiasi Rangkaian Musrenbang Sulbar

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan atas suksesnya rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Kegiatan yang berakhir di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (10/4/2026) itu dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Menurut Amujib, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah […]

  • Anggota Komisi I DPRD Samarinda Adnan Faridhan melakukan serap aspirasi di Jalan Muso Salim, Kelurahan Karang Mumus, yang dihadiri 15 ketua RT dan sejumlah masyarakat. (Foto : Him)

    Di Tengah Proyek Pembangunan Megah, Kantor Kelurahan Karang Mumus Selama Puluhan Tahun Masih Menyewa

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Kembali terdengar kabar mengejutkan di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata masih terdapat kantor kelurahan yang belum memiliki bangunan permanen. Di tengah megahnya proyek-proyek pembangunan yang memakan anggaran hingga ratusan miliar, namun faktanya masih ada kantor kelurahan yang masih sewa, yakni Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota. Temuan tersebut terkuak tatkala […]

  • Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Elnatan Pasambe. (Foto : Him)

    Elnatan Desak Pemkot Samarinda Segera Atasi Krisis Air Bersih

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Kurangnya akses air bersih di beberapa wilayah Samarinda, terutama di Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir, menjadi salah satu permasalahan yang terus mengemuka dan belum menemukan solusi yang efektif. Penyaluran air ke rumah-rumah warga di Samarinda masih dihadapkan pada kendala keterbatasan jaringan pipa sekunder, sehingga masyarakat banyak yang beralih menggunakan sumur […]

expand_less