INTUISI.ID, Jakarta – Menanggapi keresahan masyarakat atas lambatnya pencairan dana bantuan bencana gempa tahap II, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi pertemuan antara Pemkab Mamuju dan Majene dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, Rabu, 4 September 2024.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor BNPB, Bahtiar didampingi oleh Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Bupati Majene Andi Sukri Tammalele, serta sejumlah pejabat Sulbar lainnya, termasuk Asisten Pemprov, Kepala Dinas Sosial, Plt Kalaksa BPBD Sulbar, dan Kepala BPBD dari kedua kabupaten terdampak.
Plt Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyebut bahwa pertemuan ini merupakan respons dari Pj Gubernur atas kekhawatiran masyarakat terkait lambatnya pencairan dana stimulan.
“Pj Bahtiar merespon cepat keresahan masyarakat, dan kami hadir di sini untuk memfasilitasi pertemuan ini. Respons dari BNPB sangat baik, dan mereka berkomitmen untuk segera menindaklanjuti bantuan tersebut,” ungkap Yasir.
Bahtiar sendiri menyampaikan rasa syukur setelah pertemuan tersebut menghasilkan titik terang mengenai pencairan dana bencana tahap II.
“Alhamdulillah, sudah ada tanda-tanda baik untuk Sulbar pasca bencana. Mohon doa dari semua agar proses ini berjalan lancar,” ujar Bahtiar singkat.
Sementara itu, BNPB menegaskan bahwa pencairan dana bantuan ini akan menjadi prioritas dan akan dirilis secara resmi oleh masing-masing BPBD kabupaten yang terdampak.
Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi dana bantuan bagi masyarakat yang masih menunggu bantuan bencana di Sulawesi Barat.
Kehadiran langsung dua bupati dari kabupaten terdampak gempa diharapkan bisa memperkuat koordinasi dengan BNPB untuk memastikan masyarakat Sulbar segera menerima bantuan yang diperlukan pasca bencana gempa.
(*)





