MTQ ke-XI Sulbar Segera Digelar, Persiapan Teknis Dimatangkan
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026

Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat ke-XI yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026.
Rapat pemantapan digelar di ruang rapat Pemprov Sulbar dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Sejumlah pihak hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kelembagaan Khaeruddin Anas, perwakilan Kementerian Agama melalui Bimas Islam, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sulbar, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Murdanil.
Dalam rapat, berbagai aspek teknis dan substansi pelaksanaan MTQ dibahas secara menyeluruh, mulai dari kesiapan lokasi, akomodasi peserta, jadwal kegiatan, hingga koordinasi antar panitia dan pemangku kepentingan.
Junda Maulana menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang solid agar pelaksanaan MTQ dapat berjalan lancar dan sukses.
Sementara itu, Murdanil menyampaikan bahwa kesiapan lintas sektor menjadi faktor utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, LPTQ, dan Kementerian Agama sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap MTQ ke-XI tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Adapun lokasi pelaksanaan MTQ telah disiapkan di beberapa titik, antara lain Masjid Syuhada, Masjid Muttahidah, dan Masjid Al Quba.
Selain sebagai ajang kompetisi, MTQ juga diharapkan menjadi sarana syiar Islam serta pembinaan generasi Qur’ani di Sulawesi Barat.
Dengan digelarnya rapat pemantapan ini, Pemprov Sulbar optimistis seluruh persiapan dapat berjalan optimal sehingga MTQ ke-XI mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di daerah. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar