Ikuti Kami

Beranda » BERITA » LTJ Mamuju Disebut Punya Potensi Besar, Namun Produksi Diperkirakan Masih 10-20 Tahun Lagi

LTJ Mamuju Disebut Punya Potensi Besar, Namun Produksi Diperkirakan Masih 10-20 Tahun Lagi

Intuisi.id, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Badan Industri Mineral (BIM), PT Perminas, dan Danantara terkait pengembangan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu membahas langkah awal pengembangan mineral strategis nasional yang saat ini menjadi perhatian dunia karena digunakan dalam berbagai industri modern.

“Saya dipanggil ke Jakarta untuk rapat bersama Badan Industri Mineral, PT Perminas, dan Danantara terkait tanah jarang. Dalam rapat tanggal 13 Mei lalu, saya mendengarkan paparan mengenai potensi LTJ di Mamuju,” kata SDK, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, Sulawesi Barat memiliki cadangan mineral tanah jarang yang cukup besar dan berpotensi menjadi aset strategis nasional di masa depan.

“Mineral tanah jarang sangat dibutuhkan dunia saat ini dan menjadi komponen penting dalam berbagai industri modern,” ujarnya.

SDK menjelaskan, LTJ digunakan dalam industri kendaraan listrik, teknologi pertahanan, pesawat tempur, hingga sistem peluru kendali. Karena itu, keberadaan mineral tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam geopolitik global.

“Mineral tanah jarang menjadi bagian dari kekuatan geopolitik suatu negara apabila memiliki cadangan seperti itu,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Presiden Republik Indonesia menargetkan Indonesia menjadi salah satu negara penghasil produk hilirisasi LTJ di masa depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menunjuk Danantara dan membentuk PT Perminas sebagai bagian dari pengelolaan industri strategis nasional.

Meski memiliki potensi besar, SDK menegaskan pengembangan LTJ di Mamuju masih berada pada tahap penelitian dan belum memasuki fase produksi industri. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan teknologi pengolahan LTJ yang saat ini masih dikuasai sejumlah negara tertentu.

“Teknologi pengolahan LTJ masih banyak dikuasai Cina. Indonesia belum memiliki teknologi itu, sementara negara lain seperti Amerika Serikat juga masih bergantung pada Cina,” katanya.

Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia, masih melakukan riset terkait teknologi pengolahan logam tanah jarang dalam skala laboratorium.

“Jadi LTJ di Mamuju ini masih dalam tahap penelitian. Teknologi yang ada sekarang masih skala laboratorium dan masih akan diuji untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

SDK meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa eksploitasi dan hilirisasi LTJ di Mamuju akan berlangsung dalam waktu dekat. Menurutnya, proses pengembangan masih membutuhkan waktu panjang.

“Pengembangan LTJ di Mamuju kemungkinan masih membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penelitian saat ini baru dilakukan di area sekitar 10 hektare, meski terdapat delapan blok kawasan potensial LTJ di Mamuju.

“Yang berjalan sekarang baru penelitian sekitar 10 hektare. Jadi nuansanya masih penelitian dan eksplorasi awal,” katanya.

Selain itu, SDK menegaskan tata kelola LTJ ke depan harus mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta kesejahteraan warga di sekitar wilayah pengelolaan.

Menurutnya, pengembangan industri LTJ wajib memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh. Ia berharap hilirisasi logam tanah jarang nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Diskominfo Sulbar Paparkan Tantangan Digitalisasi: 384 Titik Belum Terakses, Upaya Intervensi Terus Berjalan

    Diskominfo Sulbar Paparkan Tantangan Digitalisasi: 384 Titik Belum Terakses, Upaya Intervensi Terus Berjalan

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Pemprov Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar menjadi narasumber dalam Podcast RRI Mamuju, Kamis 4 Desember 2025. Dalam podcast yang mengangkat tema “Mewujudkan Pemerintahan Digital di Sulawesi Barat” ini, kehadiran Kadiskominfo bersama Kepala Ombudsman Sulbar Fajar Siddiq mengupas masa depan digitalisasi di Sulbar. Ridwan dalam merespon beberapa […]

  • Yusuf T. Silambi Usulkan Edukasi Hak dan Kewajiban untuk Warga Lebih Responsif terhadap Pemerintahan

    Yusuf T. Silambi Usulkan Edukasi Hak dan Kewajiban untuk Warga Lebih Responsif terhadap Pemerintahan

    • 0Komentar

    Sangatta, Intuisi.Id – Anggota DPRD Kutai Timur, Yusuf T. Silambi, menilai pentingnya pelaksanaan pelatihan mengenai hak dan kewajiban masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pemerintahan. Ia menganggap kegiatan ini sebagai langkah penting untuk membangun sistem demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kutai Timur. Menurut Yusuf, masyarakat perlu memahami hak-hak mereka, […]

  • Patung Socrates. (ist)

    Socrates: Menikah atau Tidak, Keduanya Pahit

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Filsuf Yunani kuno, Socrates, dikenal dengan pemikiran kritisnya yang sering disampaikan dalam bentuk ironi, baik itu soal kehidupan, hingga sesuatu hal sakral seperti pernikahan. Salah satu pernyataannya yang terkenal adalah bahwa baik menikah maupun tidak menikah, seseorang tetap akan menghadapi kepahitan. “Pahit untuk menikah, pahit untuk tidak menikah, tetapi bagaimanapun juga, kamu akan […]

  • Hati-Hati! Akun Facebook Sekprov Sulbar Dipalsukan, Ini Kata Kominfo SP

    Hati-Hati! Akun Facebook Sekprov Sulbar Dipalsukan, Ini Kata Kominfo SP

    • 0Komentar

    Intu Penipuan berkedok mencatut nama pejabat terjadi di lingkungan Provinsi Sulawesi Barat. Sebelumnya, nama Wagub Sulbar Salim S. Mengga juga dicatut. Kali ini, yang terkena adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang dicatut akun palsu Facebook-nya oleh oknum tidak bertanggung jawab. Juru Bicara Pemprov Sulbar sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, […]

  • Wali Kota Bontang Ajak Perkuat Nilai Religius Lewat Subuh Berjamaah dan Bersih-Bersih Masjid

    Wali Kota Bontang Ajak Perkuat Nilai Religius Lewat Subuh Berjamaah dan Bersih-Bersih Masjid

    • 0Komentar

    Intuisi.id –  Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Rawa Indah, Bontang Selatan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan aksi bersih-bersih masjid dan lingkungan sekitar sebagai bentuk penguatan nilai religius dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam kegiatan itu, Wali Kota didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, Kepala Baperida Syahrudin, serta […]

  • Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Ist)

    Soal Pengawasan Tambang Ilegal di KHDKT, Begini Kata Deni Hakim Anwar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar, menilai bahwa pengawasan terhadap tambang ilegal masih lemah, sehingga menyebabkan kawasan Kebun Raya Unmul dibabat untuk kepentingan aktivitas tambang ilegal. Padahal, kawasan tersebut diketahui merupakan bagian dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Menurutnya, kejadian ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pemantauan, yang sebagian […]

expand_less