Dinkes Bontang: Balita Tak Rutin ke Posyandu Berisiko Tak Terdeteksi Stunting
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026

Intuisi.id – Rendahnya tingkat kehadiran orang tua dalam membawa balita ke Posyandu di Kota Bontang masih menjadi tantangan serius dalam upaya deteksi dini stunting. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat partisipasi masyarakat baru berada di kisaran 75 hingga 80 persen.
Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin setiap bulan. Akibatnya, sebagian balita berisiko tidak terpantau sejak dini jika mengalami gangguan pertumbuhan.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan masih adanya balita yang tidak rutin datang ke Posyandu membuat proses deteksi dini stunting berjalan kurang maksimal.
Ia menegaskan, tanpa pemeriksaan berkala, pemerintah sulit mengetahui lebih awal perubahan kondisi kesehatan anak.
“Kalau orang tua tidak membawa anaknya ke Posyandu, kita tidak bisa mengetahui perkembangan mereka. Akibatnya, kita juga tidak bisa melakukan intervensi sejak dini jika ada indikasi stunting,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, stunting tidak selalu muncul sejak lahir. Dalam banyak kasus, bayi lahir dengan kondisi normal namun mengalami gangguan pertumbuhan pada fase berikutnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut seringkali terlambat disadari apabila tidak ada pemantauan rutin setiap bulan.
“Mungkin saat lahir tidak stunting, tapi di tengah jalan pertumbuhannya terganggu. Kalau tidak rutin di pantau, ini sering terlambat diketahui,” jelasnya.
Dengan tingkat kehadiran yang belum optimal, sekitar 20 persen balita di Bontang berpotensi tidak masuk dalam pengawasan rutin. Hal ini membuat Dinkes harus menambah upaya melalui program Operasi Timbang dengan sistem jemput bola ke rumah warga.
Meski demikian, Bahtiar menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif orang tua, upaya deteksi dini akan tetap terbatas.
“Kalau masyarakat rutin datang ke Posyandu, semuanya akan lebih mudah. Kita bisa pantau dan tangani lebih cepat,” katanya, Rabu (15/4/2026).
Ia menghimbau orang tua untuk tidak mengabaikan jadwal penimbangan bulanan sebagai langkah dasar dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.
“Ini demi masa depan anak-anak kita. Rutin ke Posyandu adalah langkah paling dasar untuk mencegah stunting,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar