Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Dinkes Bontang: Balita Tak Rutin ke Posyandu Berisiko Tak Terdeteksi Stunting

Dinkes Bontang: Balita Tak Rutin ke Posyandu Berisiko Tak Terdeteksi Stunting

Intuisi.id Rendahnya tingkat kehadiran orang tua dalam membawa balita ke Posyandu di Kota Bontang masih menjadi tantangan serius dalam upaya deteksi dini stunting. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat partisipasi masyarakat baru berada di kisaran 75 hingga 80 persen.

Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin setiap bulan. Akibatnya, sebagian balita berisiko tidak terpantau sejak dini jika mengalami gangguan pertumbuhan.

Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan masih adanya balita yang tidak rutin datang ke Posyandu membuat proses deteksi dini stunting berjalan kurang maksimal.

Ia menegaskan, tanpa pemeriksaan berkala, pemerintah sulit mengetahui lebih awal perubahan kondisi kesehatan anak.

“Kalau orang tua tidak membawa anaknya ke Posyandu, kita tidak bisa mengetahui perkembangan mereka. Akibatnya, kita juga tidak bisa melakukan intervensi sejak dini jika ada indikasi stunting,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, stunting tidak selalu muncul sejak lahir. Dalam banyak kasus, bayi lahir dengan kondisi normal namun mengalami gangguan pertumbuhan pada fase berikutnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut seringkali terlambat disadari apabila tidak ada pemantauan rutin setiap bulan.

“Mungkin saat lahir tidak stunting, tapi di tengah jalan pertumbuhannya terganggu. Kalau tidak rutin di pantau, ini sering terlambat diketahui,” jelasnya.

Dengan tingkat kehadiran yang belum optimal, sekitar 20 persen balita di Bontang berpotensi tidak masuk dalam pengawasan rutin. Hal ini membuat Dinkes harus menambah upaya melalui program Operasi Timbang dengan sistem jemput bola ke rumah warga.

Meski demikian, Bahtiar menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif orang tua, upaya deteksi dini akan tetap terbatas.

“Kalau masyarakat rutin datang ke Posyandu, semuanya akan lebih mudah. Kita bisa pantau dan tangani lebih cepat,” katanya, Rabu (15/4/2026).

Ia menghimbau orang tua untuk tidak mengabaikan jadwal penimbangan bulanan sebagai langkah dasar dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.

“Ini demi masa depan anak-anak kita. Rutin ke Posyandu adalah langkah paling dasar untuk mencegah stunting,” pungkasnya. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Tekan Stunting, Pemkot Bontang Timbang 9.840 Balita Serentak

    Tekan Stunting, Pemkot Bontang Timbang 9.840 Balita Serentak

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui Operasi Timbang Serentak 2026. Sebanyak 9.840 balita menjadi sasaran pemantauan tumbuh kembang di seluruh wilayah Kota Taman. Operasi Timbang Serentak resmi dibuka secara daring dari Ruang Rapat DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6/2026), dipimpin langsung Wali Kota Bontang bersama jajaran pemerintah daerah dan pemangku […]

  • Nada yang Menyatukan: Semangat Lintas Daerah Menghidupkan Musik Tradisional Sulawesi Barat di TMII

    Nada yang Menyatukan: Semangat Lintas Daerah Menghidupkan Musik Tradisional Sulawesi Barat di TMII

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Di ruang Anjungan Sulawesi Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu 8 Februari 2026, denting irama tradisi menggema dengan penuh penghayatan. Duduk melingkar di lantai sederhana, para generasi muda menautkan napas dan ketukan dalam harmoni yang menyatu. Ada yang meniup suling, ada yang menabuh gendang, semuanya larut dalam kesungguhan. Menariknya, tidak semua […]

  • Sekda Junda Maulana Hadiri Malam Ta’aruf MTQ KORPRI VIII di Makassar

    Sekda Junda Maulana Hadiri Malam Ta’aruf MTQ KORPRI VIII di Makassar

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Makassar – Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, menghadiri Malam Ta’aruf sebagai salah satu rangkaian pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat Nasional 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Malam Ta’aruf berlangsung di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu malam, 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut turut […]

  • Dzikir dan Doa Bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Momentum Syukur dan Introspeksi

    Dzikir dan Doa Bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Momentum Syukur dan Introspeksi

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar dzikir dan doa bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Minggu malam 10 Mei 2026. Kegiatan digelar sederhana ini bersamaan dengan syukuran Hari Ulang Tahun ke-64 Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Suasana khidmat terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan shalat Magrib berjamaah bersama jajaran Pemerintah Provinsi […]

  • Pj Bahtiar Dukung HIPKA Sulbar Kembangkan Potensi Ekonomi Daerah

    Pj Bahtiar Dukung HIPKA Sulbar Kembangkan Potensi Ekonomi Daerah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pj Gubernur Sulawesi Barat , Bahtiar Baharuddin menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Kahmi (Hipka) Sulbar periode 2024-2029 di Hotel Maleo, Kamis 24 Oktober 2024. Turut hadir DPP HIPKA, jajaran Hipka Sulbar dan para tamu undangan lainnya. “Hari ini kita menghadiri pelantikan Hipka Sulbar, dengan kehadiran Hipka ini bagi saya adalah kemaslahatan […]

  • Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi

    Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah awal yang krusial untuk membenahi sistem pendataan wilayah melalui Forum Satu Data yang digelar di Kantor Gubernur Sulbar pada Kamis, 18 Juni 2026. Forum ini untuk menyatukan pemahaman dan membangun sistem data yang saling terintegrasi, mengalir dari level desa hingga ke tingkat provinsi. Langkah […]

expand_less