Amujib Dorong Akselerasi Perencanaan: Bapperida Sulbar Fokus Data Kemiskinan dan Stunting
- BERITA Pemerintahan SOSIAL
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026

Intuisi.id, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat terus melakukan akselerasi dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Dalam rapat internal yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, dan dihadiri para kepala bidang, Rabu (21/01/2026).
Amujb menegaskan bahwa pola kerja rutin harus segera ditinggalkan demi menghasilkan perencanaan yang lebih berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Program Pancadaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Membuka rapat, Amujib menyampaikan evaluasi atas tahapan persiapan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang sempat melampaui jadwal. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) untuk segera melakukan percepatan.
“Kita harus tancap gas. Saya minta detail agenda harian sudah tersusun di bulan Februari. Time schedule harus dicetak besar dan menjadi perhatian setiap staf, agar target tidak meleset lagi,” tegas Amujib.
Dalam paparan Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Bapperida Sulbar menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketertiban umum.
Amujib menekankan pentingnya kesiapan data kemiskinan dan stunting yang akurat dan matang sebelum Maret 2026 sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Selain itu, Bapperida Sulbar juga tengah merancang Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk penyandang disabilitas serta pengembangan pendidikan vokasi, sebagai upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Di sektor ekonomi, Bapperida Sulbar akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi makro daerah.
“Kita harus mendorong target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan Pak Gubernur. Intervensi harus nyata, melalui pengembangan model bisnis yang melibatkan UMKM. Jangan sampai kita merencanakan program yang tidak didukung oleh kemampuan fiskal daerah,” ujar Amujib, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Sementara itu, Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (Ifwil) diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan balai-balai kementerian yang ada di Sulawesi Barat serta Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), khususnya dalam mendukung konektivitas wilayah dan pembangunan infrastruktur strategis.
Menutup arahannya, Amujib mengingatkan seluruh jajaran agar lebih efisien dan cerdas dalam memanfaatkan sumber pembiayaan di luar APBD, di tengah tantangan fiskal yang saat ini dihadapi pemerintah daerah.
“Kita harus pintar memanfaatkan unit dan skema pembiayaan di luar APBD untuk mendukung kegiatan strategis. Ini mungkin menuntut kerja ekstra, termasuk diskusi melalui Zoom di luar jam kerja. Dibutuhkan komitmen dan rasa tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar