Ubayya: Jangan Hanya Salahkan Anak, Lingkungan dan Keluarga Juga Harus Berperan
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026

INTUISI.id – Fenomena kenakalan remaja di Kota Bontang kembali menjadi perhatian serius DPRD. Meningkatnya kasus pencurian, balap liar, hingga gangguan ketertiban lingkungan dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan penindakan semata.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menilai persoalan tersebut merupakan bagian dari masalah sosial yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan menyeluruh dari berbagai pihak.
Menurutnya, akar persoalan kenakalan remaja tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga dipengaruhi lemahnya pengawasan sosial, minimnya ruang aktivitas positif bagi generasi muda, serta belum optimalnya pembinaan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah.
“Kalau bicara kenakalan remaja, jangan hanya menyalahkan anaknya. Lingkungan, keluarga, dan pendidikan juga harus hadir untuk mereka,” ujar Ubayya dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ bersama Satpol PP di Kantor BPKAD, Sabtu (9/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Ubayya meminta Satpol PP meningkatkan patroli rutin, khususnya di titik-titik rawan yang sering menjadi lokasi aktivitas remaja pada malam hari.
Ia juga menyoroti indikasi penyalahgunaan minuman keras oplosan yang mulai terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya di kawasan Loktuan.
“Di daerah Loktuan itu sering terlihat bekasnya di Jalan NPK. Bungkus Komix tersebar di mana-mana,” katanya.
Selain persoalan minuman oplosan, DPRD juga menaruh perhatian pada maraknya aksi balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Namun demikian, Ubayya menegaskan bahwa tindakan represif semata tidak akan menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Ia menyebut fenomena kenakalan remaja ibarat “gunung es” yang memiliki akar masalah lebih dalam.
Kurangnya ruang ekspresi dan aktivitas kreatif bagi anak muda disebut menjadi salah satu faktor yang memicu perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan kebijakan jangka panjang yang lebih solutif, termasuk penyediaan ruang kreatif dan kegiatan positif untuk generasi muda di Kota Bontang.
“Penindakan memang penting, tetapi solusi jangka panjang juga harus ada. Anak muda membutuhkan wadah untuk menyalurkan aktivitas positif,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV di titik rawan, peningkatan penerangan jalan umum, hingga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat masyarakat.
Ubayya menilai penanganan kenakalan remaja membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, hingga orang tua.
Menurutnya, tanpa keterlibatan semua pihak, persoalan sosial di kalangan remaja akan terus berulang dan sulit diselesaikan secara menyeluruh.
- person

Saat ini belum ada komentar