Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Tak Kenal Hari Libur, Tim Protokol Sulbar Kawal Agenda Sekda hingga Pangkep

Tak Kenal Hari Libur, Tim Protokol Sulbar Kawal Agenda Sekda hingga Pangkep

Intuisi.id, Pangkep – Kelancaran agenda pimpinan tidak selalu terlihat dari depan panggung. Di balik setiap jadwal, perpindahan lokasi, hingga perubahan agenda yang terjadi di lapangan, ada tim protokol yang memastikan semuanya tetap berjalan terukur.

Hal itu terlihat saat Tim Protokol Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulbar, Junda Maulana, menghadiri Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 di Alun-alun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kepala Bagian Administrasi Pimpinan (Adpim) Biro Umum Setda Sulbar, Nurlaela, mengatakan pendampingan tersebut menjadi bagian dari tugas pelayanan pimpinan yang menuntut kesiapan setiap saat.

Menurutnya, agenda pemerintahan tidak selalu berlangsung dalam pola waktu kerja yang tetap. Koordinasi maupun kegiatan pimpinan dapat berlangsung kapan saja sehingga tim protokol harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

“Tim protokol selalu siap sedia dalam segala situasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pimpinan berjalan lancar, aman, dan tertib sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keprotokolan,” ujar Nurlaela.

Ia menjelaskan, dalam setiap pendampingan terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian utama, terutama pengelolaan waktu dan agenda pimpinan.

Tim harus memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal, sekaligus membangun koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pimpinan.

Tidak kalah penting, kata Nurlaela, tim juga harus menyiapkan rencana alternatif atau plan B. Langkah tersebut diperlukan karena perubahan agenda dan situasi lapangan dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Teman-teman harus mampu membaca situasi. Jangan hanya terpaku pada agenda yang sudah disusun, tetapi juga harus menyiapkan alternatif ketika terjadi perubahan di lapangan,” katanya.

Bagi Nurlaela, kemampuan teknis saja tidak cukup bagi seorang petugas protokol. Komunikasi, kemampuan berkoordinasi, membaca situasi, hingga menjaga kondisi fisik dan mental menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut.

Karena itu, ia mendorong jajaran protokol Pemprov Sulbar untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kekompakan tim.

“Saya berharap teman-teman tidak cepat puas. Teruslah belajar mengasah soft skill komunikasi, keluwesan berkoordinasi, dan ketajaman membaca situasi lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas protokol membutuhkan stamina fisik dan mental yang baik, terlebih ketika harus bekerja dalam situasi dengan tekanan dan perubahan agenda yang cepat.

“Mengingat tugas protokol menuntut stamina fisik dan mental yang luar biasa, saya meminta seluruh tim untuk senantiasa menjaga kesehatan, saling mendukung, dan mempertahankan kekompakan,” pungkas Nurlaela. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

expand_less