PPA Bontang Sediakan Rumah Aman Rahasia untuk Lindungi Korban Kekerasan
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026

Ituisi.id – Pemerintah Kota Bontang menyediakan fasilitas perlindungan sementara bagi korban kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak melalui rumah aman atau safe house. Lokasi fasilitas tersebut dirahasiakan demi menjaga keselamatan korban dari potensi ancaman pelaku.
Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Bontang, Sukmawati, mengatakan tidak semua korban langsung ditempatkan di rumah aman. Pihaknya terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menilai tingkat risiko yang dihadapi korban.
“Misalnya korban takut pulang karena mendapat ancaman dari pelaku. Jika ada indikasi bahaya serius, seperti ancaman kekerasan berulang, maka korban akan kami lindungi dan ditempatkan di rumah aman,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, rumah aman disiapkan di beberapa titik di Kota Bontang, namun lokasi pastinya tidak dipublikasikan untuk menghindari kemungkinan pelaku melacak keberadaan korban. Dalam kondisi tertentu, korban juga dapat dipindahkan ke lokasi lain yang lebih jauh dari tempat kejadian.
“Kalau ada kasus kekerasan, korban akan segera kami evakuasi, diamankan, dan dijauhkan dari sumber kekerasan agar benar-benar terlindungi,” jelasnya.
Menurut Sukmawati, langkah ini penting karena tidak jarang pelaku masih berupaya mendekati atau mencari korban setelah kasus dilaporkan. Selain itu, korban juga kerap menghadapi tekanan sosial dari lingkungan sekitar.
Ia menyebutkan, stigma dan rasa malu masih menjadi tantangan dalam penanganan kasus kekerasan, terutama ketika keluarga meminta korban untuk tidak melapor demi menjaga nama baik.
“Kadang keluarga meminta kasus tidak dilaporkan karena alasan malu. Padahal, keselamatan dan perlindungan korban harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual, masih menjadi laporan yang paling banyak ditangani pihaknya.
“Dengan adanya dafe house ini kami berharap korban dapat lebih berani melapor sehingga memperoleh perlindungan serta penanganan yang sesuai,” tukasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar