Permudah Rekrutmen, Pemkot Bontang Hadirkan Aplikasi Teman Naker
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026

Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong digitalisasi layanan ketenagakerjaan melalui peluncuran aplikasi “Teman Naker” yang memudahkan akses informasi antara perusahaan dan pencari kerja.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan aplikasi ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja secara lebih cepat dan efisien.
“Aplikasi ini untuk memudahkan kedua belah pihak. Perusahaan bisa menyampaikan kebutuhan tenaga kerja, sementara pencari kerja juga mudah mengakses informasi lowongan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, inovasi ini merupakan gagasan bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sebagai respons terhadap perkembangan era digital. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh tertinggal dalam memanfaatkan teknologi untuk pelayanan publik.
Namun demikian, keberhasilan aplikasi tersebut sangat bergantung pada keterbukaan dan kolaborasi dari pihak perusahaan. Agus menyebut, saat ini sekitar 80 persen perusahaan di Bontang telah mulai terbuka dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja mereka.
“Kalau aplikasinya bagus tapi tidak ada sinergi dengan perusahaan, tentu akan sulit. Alhamdulillah sekarang sebagian besar perusahaan sudah terbuka, sehingga kita lebih mudah menyiapkan SDM sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.
Melalui sistem ini, Disnaker dapat lebih cepat memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari tenaga konstruksi, teknisi, hingga tenaga keamanan.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif digitalisasi terhadap penurunan angka pengangguran di Bontang yang dinilai cukup signifikan. Berdasarkan diskusi dengan Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Bontang tercatat sekitar 3,21 persen atau setara kurang lebih 7.000 jiwa.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pendekatan baru dalam membaca kondisi sosial ekonomi masyarakat menunjukkan potensi tenaga kerja yang lebih besar dari data sebelumnya. Hal ini mencakup pekerja formal, pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sektor UMKM.
“Kalau kita masukkan semua variabel, termasuk UMKM dan sektor lain yang menyerap tenaga kerja, maka angka pengangguran bisa semakin ditekan,” tambahnya.
Pihaknya optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan pemanfaatan teknologi digital, peluang kerja di Bontang akan semakin terbuka dan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.
“Ini peluang besar untuk melakukan perubahan. Dengan digitalisasi dan keterbukaan data, kita harapkan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” tutupnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar