Pemkot Bontang Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Aman Meski Ada Wacana Perubahan JKN
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026

Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan, meski muncul rencana kebijakan redistribusi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Komitmen ini ditegaskan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat, khususnya peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala perubahan kebijakan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa hingga saat ini pembiayaan peserta JKN masih berjalan normal karena belum ada keputusan resmi dari pemerintah provinsi.
“Untuk saat ini masih dibayarkan seperti biasa, karena belum ada surat resmi yang kami terima,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Meski demikian, Pemkot Bontang mulai menyiapkan langkah antisipasi jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Salah satunya dengan menyiapkan skema pembiayaan melalui APBD Perubahan 2026.
“Kami sudah siapkan langkah antisipasi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.
Neni juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun, termasuk jika terjadi peralihan pembiayaan dari provinsi ke daerah.
“Kalaupun nanti ada perubahan, tidak boleh ada rumah sakit atau puskesmas yang menolak pasien. Semua tetap harus dilayani,” tegasnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang berpotensi dialihkan di Kota Bontang relatif kecil, sekitar 3.000 jiwa, sehingga masih dapat diantisipasi oleh pemerintah daerah.
“Jumlahnya tidak besar dibandingkan daerah lain, jadi kami optimistis bisa mengakomodasi,” tambahnya.
Saat ini, total peserta JKN di Kota Bontang tercatat mencapai 180.196 jiwa dengan berbagai kategori kepesertaan, mulai dari PBI APBN, PBI APBD, hingga peserta mandiri dan pekerja formal.
Dengan capaian tersebut, Pemkot Bontang menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam menjamin keberlanjutan layanan bagi masyarakat kurang mampu.
“Insyaallah, program kesehatan tetap menjadi fokus utama kami,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar