Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana mengatakan, pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan untuk membayarkan THR kepada para PPPK. Namun kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk merealisasikannya saat ini.
“Sebagai pemerintah tentu kami sangat ingin membayarkan THR PPPK, termasuk PPPK paruh waktu. Tetapi kenyataannya anggaran itu tidak tersedia di APBD karena keterbatasan fiskal daerah, dan nilainya juga tidak kecil,” ujar Junda Maulana, Sabtu (14/3/26).
Ia menjelaskan, bahkan anggaran gaji untuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu dalam APBD saat ini baru teralokasi untuk 10 bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran untuk dua bulan gaji yang harus dicarikan solusinya.
“Saat ini Anggaran gaji PPPK kita baru teranggarkan untuk 10 bulan. Pemprov juga masih memikirkan sumber anggaran untuk menutupi kekurangan sisa gaji tersebut,” jelasnya.
Secara regulasi, pemerintah daerah memang diperbolehkan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membayar THR apabila tidak tersedia dalam APBD. Namun kondisi tersebut juga sulit dilakukan di Sulbar karena keterbatasan dana BTT.
Menurut Junda, dana BTT yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK penuh waktu saja mencapai sekitar Rp15 miliar, sementara untuk THR dan Gaji 13 PPPK Paruh Waktu sebesar Rp10,5 miliar, total kebutuhan anggaran bisa mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.
“BTT kita hanya Rp5 miliar. Sementara kalau kita ingin membayar THR PPPK secara keseluruhan, kita butuh tambahan anggaran sekitar Rp25,5 miliar,” katanya.
Belum lagi jika dihitung dengan kekurangan dua bulan gaji PPPK Paruh Waktu, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10,5 miliar.
“Kalau ditambah kekurangan dua bulan gaji dengan total kebutuhan untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK Penuh Waktu dan PPPK Patuh Waktu, kita membutuhkan total sekitar Rp36 miliar. Pertanyaannya, dari mana kita mendapatkan anggaran sebesar itu dalam waktu singkat?” ungkapnya.
Menanggapi sorotan terkait alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa yang mencapai sekitar Rp40 miliar, Junda menegaskan bahwa program tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi bagian dari janji kerja kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, BKK desa diberikan dengan tujuan mendorong kepala desa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Kepala desa kita minta membantu pemerintah, misalnya meningkatkan kunjungan posyandu hingga di atas 80 persen untuk menekan stunting serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa. Itu ada targetnya, dan jika tidak tercapai maka tidak dibayarkan,” terangnya.
Ia menambahkan, alokasi BKK tersebut telah dimasukkan dalam APBD sejak tahap perencanaan, sehingga tidak berkaitan dengan kebijakan THR PPPK yang muncul setelah APBD disahkan.
Selain itu, perubahan status sebagian tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu juga ikut mempengaruhi perhitungan anggaran. Sebelumnya para tenaga tersebut tidak menerima THR karena masih berstatus honorer.
“Tahun lalu PPPK paruh waktu itu masih berstatus honorer, sehingga tidak ada THR. Setelah statusnya berubah, muncul kebijakan baru terkait THR sementara APBD sudah disahkan,” jelasnya.
Junda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk membeda-bedakan pegawai, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Kami sangat memahami kebutuhan teman-teman PPPK. Ini juga menjadi beban pemikiran pemerintah daerah, termasuk bapak Gubernur Suhardi Duka dan seluruh jajaran. Tetapi pada akhirnya semua bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (*)
Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dibawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) menggelar Rapat Koordinasi dan Pemantapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulbar Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Selasa, 2 Juni 2026. Rapat dipimpin Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi […]
Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan melalui Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (Pastipadu). Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Program Pastipadu yang digelar di Ballroom Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (2/6/2026). Rapat tersebut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah […]
Intuisi.id, Mamuju – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat melaporkan hasil dukungan terhadap Program Pastipadu Tahun Anggaran 2026. Memasuki pertengahan tahun ini, Kominfo Sulbar bersiap melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan data stunting lintas sektoral guna menyusun konten edukasi yang lebih akurat, sekaligus menyiapkan fasilitasi dashboard serta penyediaan aplikasi khusus sebagai program intervensi. […]
Intuisi.id, Mamuju – Gubernur Suhardi Duka menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Polda Sulawesi Barat (Sulbar), sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Suhardi Duka mengatakan, kehadiran kepolisian di daerah memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta penegakan hukum, tetapi juga […]
Mamuju – Upaya menjamin stabilitas harga dan kualitas hasil panen jagung, Polsek Tapalang di Polresta Mamuju melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap proses pengeringan jagung milik petani sebelum diserap oleh Perum Bulog. Rabu, 25 Februari 2026 Langkah ini dilakukan guna memastikan kadar air jagung mencapai standar maksimal 11,9 persen, sesuai ketentuan kualitas terbaik pembelian oleh Bulog. […]
Intuisi.id, Mamuju – Dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pengadaan barang/jasa pemerintah yang tepat dan akuntabel, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan pendampingan pra-reviu perencanaan pengadaan barang/jasa Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah serta mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang efektif. […]
INTUISI.ID, Mamuju – Jika tidak ada aral, Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) akan melaksanakan salat Idul Adha 1446 hijriah di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Barat Mayjen (Purn) Salim S Mengga sekaligus akan menjadi khatib. Pelaksanaan Idul Adha 1446 Hijriah akan berlangsung antara tanggal 6 atau 7 Juni 2025. Panitia dari Pemprov […]
INTUISI.ID, Mamuju – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat menggelar High Level Meeting (HLM) dengan tema “Strategi Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas dan Inklusif” di Ballroom Hotel Maleo, Mamuju, pada Selasa, 15 Oktober 2024. Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pihak terkait dalam upaya pengendalian […]
Intuisi.id, Mamuju – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti kegiatan Penyusunan dan Asistensi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2025 serta Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) melalui Zoom, Rabu 07 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), sebagai tindak lanjut penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja […]
INTUISI.ID, Mamuju – Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulbar di Masjid Baitul Anwar, Kamis 24 Oktober 2024. Turut hadir langsung Pj Ketua PKK Sulbar Ny Sofha Marwah Bahtiar, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulbar, Ny. Andi Ruskati Ali Baal, Wakil Ketua DPRD Sulbar […]
Saat ini belum ada komentar