DPRD Bontang Dorong Kebijakan Rombel Lebih Selektif dan Berkeadilan
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026

INTUISI.id – DPRD Kota Bontang melalui Komisi A menyoroti kebijakan penambahan ruang belajar atau rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri yang dinilai berpotensi berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta.
Perhatian ini muncul setelah adanya kekhawatiran dari asosiasi sekolah swasta terkait kemungkinan berkurangnya jumlah peserta didik akibat meningkatnya daya tampung sekolah negeri.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mengambil kebijakan secara hati-hati dan berimbang agar tidak merugikan salah satu pihak.
“Pemerintah pasti mencari solusi dan tidak akan mengorbankan satu pihak. Kita juga akan melihat secara selektif sekolah mana yang menambah rombongan belajar dan mana yang tidak,” ujarnya, Rabu (6/4/2026).
Menurut Ubayya, penambahan rombel perlu melalui kajian matang, termasuk mempertimbangkan daya tampung, kebutuhan riil, serta dampaknya terhadap distribusi siswa di seluruh sekolah.
Ia menilai, jika tidak diatur dengan baik, kebijakan tersebut dapat menimbulkan ketimpangan, di mana sekolah negeri menjadi lebih dominan, sementara sekolah swasta mengalami penurunan jumlah siswa.
Dampak lanjutan dari kondisi tersebut, lanjutnya, bisa berpengaruh pada kemampuan sekolah swasta dalam memenuhi kebutuhan operasional, termasuk pemberian insentif bagi tenaga pendidik.
Karena itu, DPRD mendorong agar distribusi peserta didik dapat diatur secara proporsional, sehingga semua lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Sekolah swasta juga bagian dari masyarakat Bontang yang harus kita perhatikan bersama, baik oleh pemerintah maupun DPRD,” tegasnya.
DPRD Bontang memastikan akan terus mengawal kebijakan ini agar tetap berpihak pada prinsip keadilan dalam dunia pendidikan serta menjaga keberlangsungan seluruh lembaga pendidikan di Kota Bontang. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar