Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Kominfopers dan KI Sulbar Gandeng Kades, Wujudkan Transparansi lewat PPID Desa

Kominfopers dan KI Sulbar Gandeng Kades, Wujudkan Transparansi lewat PPID Desa

INTUISI.ID, Polman – Para kepala desa (Kades) sek Bupaten Polewali Mandar (Polman) berkomitmen untuk keterbukaan informasi publik di desa dengan membentuk PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Desa.

Komitmen ini dinyatakan dengan penandatangan spanduk pada akhir acara sosialisasi keterbukaan informasi publik yang berlangsung tiga hari di Polewali, 6-8 Mei 2025 yang dilaksanakan Komisi Informasi Provinsi bekerjasama Dinas Kominfopers (Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik) di Hotel Al-Ikhlas Pekkabata.

Kepala Dinas Kominfopers Mustari Mula didampingi Ketua Komisi Informasi Sulbar, Muhammad Ikbal membuka secara simbolis acara sosialisasi, Selasa (6/5). Hadir pada acara pembukaan Kepala Dinas PMD Kabupaten Polman diwakili Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Pardi dan Ketua Apdesi Polman Haidir Jalil.

Mustari Mula mengemukakan bahwa keterbukaan informasi publik bagi badan publik di semua tingkatan, termasuk desa, merupakan keniscayaan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Yang ini juga ditekankan oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, sebab dengan keterbukaan informasi masyarakat dapat berpartisipasi maksimal dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa.

“Keterbukaan informasi untuk memastikan bahwa semua informasi publik terkait desa tersedia dan bisa diakses oleh masyarakat. Tentu saja permintaan informasi melalui prosedur yang diatur UU Keterbukaan Informasi Publik,” jelas Mustari.

Pada kesempatan tersebut, Mustari menekankan pentingnya setiap badan publik memiliki PPID yang bertugas mengelola dan memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat sebagai pengguna informasi. Untuk itulah, semua badan publik termasuk desa sangat penting untuk membentuk PPID.

“Pembentukan PPID Desa merupakan juga indikator pembentukan Desa Antikorupsi yang digagas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memaksimalkan upaya pencegahan korupsi. Begitu pun program Desa Cantik yang digagas BPS (Badan Pusat Statistik) menekankan pentingnya PPID Desa agar perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran dengan pemanfaatan secara optimal data statistik yang transparan,” pungkas mantan Sekretaris Diskominfopers Sulbar itu.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulbar, Muhammad Ikbal mengatakan pelaksanaan sosialisasi dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para kepala desa dan badan publik pada umumnya mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik, dan pembentukan PPID untuk mengoptimalkan pelayanan imformasi publik kepada masyarakat.

Ikbal mengatakan, bahwa sengketa informasi publik yang ditangani KI Sulbar selama ini, pada umumnya diajukan LSM sebagai Pemohon dan kebanyakan yang menjadi termohon adalah pemerintah desa. Karena itulah, katanya, sangat diperlukan setiap desa memiliki PPID untuk memberikan pelayanan sesuai prosedur kepada para pengguna informasi publik.

Dijelaskan, bahwa badan publik sangat penting memiliki pemahaman dasar terkait regulasi dan prinsip keterbukaan informasi publik yang diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008.

“Pelaksanaan sosialisasi bagi badan publik desa dan pihak terkait lainnya, diharap untuk mengidentifikasi masalah yang terkait dengan implementasi keterbukaan informasi publik, kebutuhan dan tantangannya, serta tersusunnya rencana tindak lanjut pengelolaan informasi publik di desa,” pungkas Ikbal.

Para peserta menyatakan bersyukur adanya sosialisasi, sehingga kami bisa paham informasi mana yang terbuka dan tidak bisa dibuka menurut UU. Kami sudah paham hak dan kewajiban dalam melaksanakan keterbukaan informasi.

“Kami sangat bersyukur ada sosialisasi seperti ini, sehingga kami bisa paham mengenai keterbukaan informasi, mana informasi terbuka mana informasi yang tidak bisa dibuka (dikecualikan). Terus terang kami di desa sering bersitegang dengan yang datang minta informasi dan cenderung memaksa,” tutur Baharuddin Tamoe, Kepala Desa Besoangin Utara, Kecamatan Tutar menceritakan pengalamannya.

Pada acara sosialisasi, peserta menerima materi terkait UU Keterbukaan Informasi Publik dan implementasinya, yang disampaikan para komisioner Komisi Informasi Provinsi, yaitu Arman Jaya, Masran, Firdaus Abdullah, dan M Danial, serta mantan Komisioner KI Sulbar Ishak Abdullah. Kadis Kominfopers Mustari Mula memberikan materi mengenai PPID. Setelah sosialisasi di Polman, kegiatan yang sama akan menyasar lima kabupaten lain di Sulbar. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Sekretariat DPRD Sulbar Terima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Majene

    Sekretariat DPRD Sulbar Terima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Majene

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Majene di Ruang Rapat Paripurna, Jumat 2 Agustus 2024. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Majene, Napirman, dan Sekretaris DPRD Kabupaten Majene, Anthony Hamdani, serta didampingi oleh pejabat fungsional Sahrin Salatung dan staf persidangan dari Sekretariat DPRD Provinsi […]

  • Ikuti Diseminasi IKK Berdasarkan Putusan Mendagri, Murdanil: Kita Dapat Penjelasan Teknis Evaluasi Kinerja Pemda

    Ikuti Diseminasi IKK Berdasarkan Putusan Mendagri, Murdanil: Kita Dapat Penjelasan Teknis Evaluasi Kinerja Pemda

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengikuti kegiatan Diseminasi Indikator Kinerja Kunci (IKK) berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri bersama Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan berlangsung di Ruang Rapat Biro Pemkesra, Kamis (12/2/2026). Diseminasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman […]

  • Ekonomi Biru Jadi Fokus Strategis: Kabid Energi Hadiri Saqbe Forum 2025

    Ekonomi Biru Jadi Fokus Strategis: Kabid Energi Hadiri Saqbe Forum 2025

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Andi Rahmat, hadir pada Sandeq Business, Investment and Economic (Saqbe) Forum 2025 yang berlangsung di Hotel Grand Maleo & Convention, Mamuju, Kamis (25/9/2025). Kegiatan yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat ini menjadi ruang strategis untuk […]

  • Arnold: ADAMI Gagal Jelaskan ‘Mamuju Baru’, Lebih Banyak Kritik Ketimbang Rencana Konkret

    Arnold: ADAMI Gagal Jelaskan ‘Mamuju Baru’, Lebih Banyak Kritik Ketimbang Rencana Konkret

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pada debat publik pertama, calon Bupati Mamuju, Ado Damris, dinilai gagal memaparkan konsep “Mamuju Baru” secara jelas kepada masyarakat. Juru bicara pasangan Tina-Yuki, Arnol menyampaikan, fokus Ado yang lebih banyak menyerang lawan dari pada menjelaskan program dan visi misi, membuat konsep “Mamuju Baru” yang diusungnya terasa kabur dan tidak konkrit. Menurut Arnold, masyarakat […]

  • RSUD Sulbar Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Baik dan Berkeadilan

    RSUD Sulbar Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Baik dan Berkeadilan

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bagian dari sosialisasi Standar Pelayanan Rumah Sakit, Cathlab, serta inovasi layanan unggulan Malaqbbi’, Rabu (20/8). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan RSUD Sulbar dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, […]

  • Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : Ist)

    Peningkatan SDM Upaya Tekan Kemiskinan di Samarinda

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi utama dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan angka harapan hidup di Kota Tepian. Menurutnya, pengangguran masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi dengan kebijakan yang tepat. “Indikator kinerja utama Wali Kota Samarinda adalah peningkatan […]

expand_less