HUT ke-81 RI, Wali Kota Bontang Minta Dana Kurang Salur Segera Disalurkan
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month 3 jam yang lalu

INTUISI.id – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta pemerintah pusat segera menyalurkan dana transfer daerah, termasuk dana kurang salur, untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Kota Bontang.
Permintaan itu disampaikan Neni usai menjadi inspektur upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia menilai kepastian penyaluran dana dari pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting agar program pembangunan yang telah tertuang dalam RPJMD Kota Bontang dapat berjalan optimal.
Neni menyebut Bontang memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Karena itu, ia berharap dana yang menjadi hak daerah dapat disalurkan tepat waktu sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian dalam menjalankan berbagai program.
“Kami menyumbangkan yang sangat luar biasa kepada pemerintah pusat. Oleh karena itu, kami bermohon agar dana transfer, termasuk dana kurang salur, segera disalurkan,” ujar Neni.
Menurutnya, Pemkot Bontang terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan.
Sejumlah sekolah di Bontang saat ini mulai melakukan pembangunan dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Selain sekolah, pembenahan fasilitas puskesmas dan rumah sakit juga menjadi perhatian Pemkot Bontang.
“Beberapa sekolah saat ini alhamdulillah sudah melaksanakan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat,” tutur Neni.
Di momentum HUT ke-81 RI, Neni juga memastikan Pemkot Bontang kembali memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan.
Para anggota Paskibraka Bontang akan diberangkatkan mengikuti program pelatihan bahasa di Kampung Inggris. Program tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka selama menjalani rangkaian latihan.
Neni menilai pelatihan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Bontang.
“Setiap tetesan keringat mereka tentu kami hargai. Perjuangan itu tidak mudah karena latihannya sangat berat,” tegasnya.
Ia menyebut biaya pelatihan sekitar Rp3 juta per anak untuk masa dua minggu, di luar tiket perjalanan. Menurutnya, biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh para anggota Paskibraka untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka.
“Ini investasi untuk anak-anak kita. Biayanya sekitar Rp3 juta per anak selama dua minggu, di luar tiket,” pungkas Neni. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar