Jargas Belum Sentuh Bontang Lestari, Neni Intens Lobi Pemerintah Pusat
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026

Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang terus berupaya memperluas jaringan gas rumah tangga (jargas), dengan fokus utama pembangunan pipa induk menuju kawasan Bontang Lestari yang hingga kini belum terjangkau.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa belum masuknya jaringan gas ke wilayah tersebut dipengaruhi oleh sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis serta jarak antarpermukiman yang cukup berjauhan. Hal ini membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi sangat besar.
“Memang tarikannya panjang dan biayanya besar, apalagi rumahnya berjauhan,” ujarnya, Senin, (30/3/26).
Meski menghadapi kendala tersebut, Pemkot Bontang tidak tinggal diam. Neni memastikan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mendorong realisasi pembangunan jargas di wilayah tersebut.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun lalu, Kota Bontang berhasil mendapatkan tambahan sekitar 11 ribu sambungan jargas bagi masyarakat. Jumlah ini menambah total sambungan yang kini telah mencapai sekitar 14 ribu sambungan dan masih berpotensi terus bertambah.
Tak hanya itu, Neni juga mendorong agar Bontang dapat ditetapkan sebagai salah satu kota percontohan program city gas di Indonesia. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan kembali bertemu dengan Direktur Jenderal terkait untuk menyampaikan usulan tersebut.
“Besok saya diterima Pak Dirjen, saya usulkan agar Bontang dijadikan city gas di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, program jargas memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama karena seluruh pembiayaan pembangunan ditanggung oleh pemerintah pusat. Jika dilakukan secara mandiri, biaya pemasangan per rumah bisa mencapai sekitar Rp7 juta, sehingga total investasi untuk ribuan sambungan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
“Tidak ada satu rupiah pun dari APBD, semua dari pusat. Kita hanya menerima manfaat,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan perluasan jaringan gas hingga ke kawasan Bontang Lestari, meskipun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Harapannya, seluruh masyarakat Bontang dapat menikmati akses energi yang lebih murah dan ramah lingkungan,” tandasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar