Ironi Bontang, DPRD Sebut Warga Masih Kesulitan Makan di Tengah Industri
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026

INTUISI.id – Status Bontang sebagai kota industri kembali menjadi sorotan. Komisi A DPRD Bontang menilai masih terdapat ketimpangan sosial di tengah aktivitas industri besar, termasuk di sekitar Badak LNG.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut ditemukan langsung saat kunjungan lapangan. Ia menyebut, pertumbuhan industri belum sepenuhnya berdampak merata bagi masyarakat.
“Ini kota industri, tapi masih ada masyarakat yang tidak bisa makan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kondisi ini menjadi catatan serius karena keberadaan industri seharusnya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, tidak hanya pada skala ekonomi besar.
DPRD pun mendorong agar perusahaan lebih aktif dalam menjalankan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Harapannya perusahaan bisa ikut berkontribusi, tidak hanya fokus pada industri saja,” tegasnya.
Ia menilai, program sosial seperti bantuan kepada warga kurang mampu, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan berbasis lingkungan perlu diperkuat dan diperluas jangkauannya.
Selain itu, pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai lebih efektif dibanding sekadar program administratif.
“Pemerintah punya program seperti tengok tetangga atau bantuan langsung ke warga, itu sangat membantu,” lanjutnya.
DPRD menegaskan, status Bontang sebagai kota industri harus sejalan dengan pemerataan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Ini kota industri, maka dampaknya juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar