HUT ke-25 Demokrat, DPD Sulbar Pilih Sekretariat Lama untuk Kenang Perjuangan

Intuisi.id, Mamuju – Ada alasan mengapa DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat memilih kembali ke sekretariat lama untuk merayakan hari ulang tahun partai ke-25.
Di tempat yang berada di Jalan Husni Thamrin, Mamuju, itu tersimpan perjalanan panjang Demokrat Sulbar. Selama kurang lebih 17 tahun, tempat tersebut menjadi salah satu ruang bagi kader membangun organisasi, berkonsolidasi, dan menjalani dinamika politik.
Nuansa itulah yang terasa ketika sekitar 50 pengurus dan kader Demokrat, termasuk sejumlah kader baru, berkumpul di sekretariat lama tersebut, Rabu (9/9/2026).
Perayaan berlangsung sederhana. Tidak ada agenda besar. Peringatan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Demokrat selama seperempat abad.
Kegiatan diawali doa yang dipimpin Nurdin Passokori, kemudian dilanjutkan sambutan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulbar Abd. Wahab Abdy. Hadir pula Bendahara DPD Demokrat Sulbar Hj. Fatmawati dan Direktur Eksekutif Rahmaniar.
Bagi Wahab, kembali ke sekretariat lama bukan sekadar pilihan tempat. Ada sejarah yang ingin diingat sekaligus pesan yang ingin diwariskan kepada kader, terutama mereka yang baru bergabung.
“Tempat ini punya nilai sejarah bagi perjalanan Demokrat di Sulawesi Barat. Selama kurang lebih 17 tahun, banyak proses dan perjuangan partai berlangsung di sini,” ujar Wahab Abdy.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi kader untuk memahami bahwa membangun partai membutuhkan waktu, konsistensi, dan kebersamaan.
Pesan itu kemudian mengarah pada satu hal yang menjadi perhatian Demokrat Sulbar: loyalitas kader.
Wahab mengingatkan kader agar tidak menjadikan kekalahan dalam sebuah kontestasi politik sebagai alasan untuk meninggalkan partai.
“Jangan kita nanti berkiprah masuk ke Partai Demokrat, kalah Demokrat pindah lagi. Kita harus tetap konsisten dan punya komitmen terhadap partai,” tegasnya.
Menurut Wahab, dinamika politik dan perbedaan pilihan merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam proses demokrasi. Yang lebih penting, kader mampu menjaga komunikasi dan tetap berada dalam satu barisan ketika menghadapi tantangan.
“Kalau kita ingin Demokrat semakin besar dan kuat, maka kebersamaan harus dijaga. Jangan hanya bersama ketika menang, tetapi tetap berdiri bersama ketika menghadapi tantangan,” pesannya.
Bagi Demokrat Sulbar, usia 25 tahun juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan partai sekaligus menyiapkan langkah menghadapi agenda politik berikutnya, termasuk Pemilu 2029.
Wahab meminta kader memperkuat konsolidasi dan tidak hanya aktif ketika momentum politik tiba. Menurutnya, keberadaan partai harus dirasakan melalui kerja dan kehadiran kader di tengah masyarakat.
“Usia 25 tahun harus menjadi momentum untuk semakin solid. Mari kita jadikan pengalaman selama ini sebagai bekal untuk menghadapi tantangan ke depan dan mempersiapkan Demokrat Sulbar menuju Pemilu 2029,” tutup Wahab.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar Suhardi Duka bersama sejumlah pengurus tidak hadir dalam peringatan tersebut karena sedang mengikuti agenda partai di Jakarta, termasuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dan perayaan HUT ke-25 Demokrat secara nasional.
Wahab menjelaskan, peringatan di sekretariat lama juga dilakukan karena kantor baru DPD Demokrat Sulbar belum diresmikan secara resmi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun Ketua Umum Partai Demokrat.
Di tengah kesederhanaan perayaan, sekretariat lama kembali menjadi tempat berkumpul kader Demokrat Sulbar. Kali ini bukan untuk memulai sebuah perjalanan, melainkan untuk mengingat perjalanan yang sudah dilalui dan menatap tantangan politik berikutnya. (*/Zk)
- person

Saat ini belum ada komentar