Hari Kesadaran Nasional, Wagub Sulbar Perketat Disiplin dan Absensi ASN
- BERITA BUDAYA Pemerintahan
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025

Intuisi.id, Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, kembali menyoroti rendahnya tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (17/12/2025).
Sorotan tersebut disampaikan menyusul masih ditemukannya sejumlah ASN yang datang terlambat serta tidak bersikap tertib selama upacara berlangsung. Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh ASN untuk memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan disiplin sebagai pelayan publik.
“Saya masih melihat ASN yang datang terlambat, bahkan ada yang mengobrol saat upacara berlangsung. Ini menunjukkan bahwa kesadaran disiplin kita masih perlu dibenahi bersama,” ujar Salim S. Mengga.
Selain menyoroti keterlambatan dan sikap tidak tertib peserta upacara, Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aba-aba pimpinan upacara. Menurutnya, upacara bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan disiplin ASN.
“Biasakan ketika mengambil sikap sempurna, seluruh peserta tidak lagi melakukan gerakan. Ini bagian dari disiplin, bukan hanya sekadar berdiri di lapangan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan komitmen ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan apabila kedisiplinan dasar belum mampu ditegakkan.
“Bagaimana kita bisa bekerja dengan lebih baik, kalau untuk disiplin saja tidak mampu kita tegakkan,” lanjutnya.
Wakil Gubernur meminta agar pada upacara-upacara berikutnya seluruh peserta benar-benar mendengarkan dan mematuhi aba-aba pimpinan upacara. Ia menegaskan bahwa disiplin harus menjadi budaya bersama dalam lingkungan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
“Kalau yang lain bisa, kita juga harus bisa,” katanya.
Untuk memperkuat pembinaan ASN, Wakil Gubernur meminta Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyiapkan buku absensi atau daftar kehadiran khusus pada setiap pelaksanaan upacara. Langkah ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan pembinaan kedisiplinan ASN di masing-masing OPD.
“Ini bagian dari pembinaan kita,” tegasnya.
Ia juga menegaskan aturan waktu pelaksanaan upacara. Apabila upacara dijadwalkan mulai pukul 07.30 WITA, maka seluruh peserta diwajibkan sudah siap di lapangan paling lambat pukul 07.10 WITA.
“Ke depan tidak ada lagi saat upacara dimulai masih ada yang berdatangan. Yang terlambat berdiri di luar,” tegas Wakil Gubernur.
Menurutnya, ketidakmampuan ASN dalam mengatur diri sendiri akan berdampak langsung terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
“Tidak mungkin kita bisa bekerja dengan baik kalau mengatur diri sendiri saja tidak mampu. Karena itu, biasakan mendengarkan perintah dan taat pada perintah agar kita bisa mewujudkan cita-cita nasional,” pungkasnya.
Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan agenda rutin pemerintah yang bertujuan menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian ASN. Wakil Gubernur berharap ke depan seluruh ASN dapat memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar