Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Hadapi Potensi Konflik, Kesbangpol Sulbar Usung Model Kampung REDAM sebagai Ruang Rekonsiliasi

Hadapi Potensi Konflik, Kesbangpol Sulbar Usung Model Kampung REDAM sebagai Ruang Rekonsiliasi

Intuisi.id, Mamuju – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Mu Darwis Damir, menegaskan pentingnya upaya pencegahan konflik sosial berbasis masyarakat melalui pembentukan Kampung REDAM (Rekonsiliasi dan Perdamaian).

Hal tersebut disampaikan Darwis Damir saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Kampung REDAM yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Barat di salah satu hotel di Mamuju, Kamis 22 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Darwis menyampaikan bahwa penguatan pencegahan konflik sosial sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga yang menekankan pentingnya pengelolaan keragaman sosial secara inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, karakter masyarakat Sulawesi Barat yang plural—baik dari sisi etnis, agama, budaya, maupun kepentingan sosial-ekonomi merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui kebijakan dan program pencegahan konflik berbasis masyarakat.

“Dinamika pembangunan, isu pertanahan, pengelolaan sumber daya alam, politik lokal, hingga kesenjangan sosial berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak dilakukan upaya pencegahan secara dini dan terstruktur,” ujar Darwis Damir.

Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban untuk mencegah, menghentikan, serta memulihkan konflik sosial melalui pendekatan yang sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut adalah melalui pembentukan Kampung REDAM sebagai model lokal berbasis masyarakat.

Menurut Darwis Damir, Kampung REDAM dirancang untuk memperkuat rekonsiliasi, membangun perdamaian, serta meningkatkan ketahanan sosial masyarakat secara permanen. Model ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog, mediasi, dan penyelesaian masalah sebelum konflik berkembang menjadi kekerasan terbuka.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Darwis Damir juga menjelaskan bahwa konflik sosial merupakan perseteruan atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih dalam kurun waktu tertentu yang berdampak luas. Konflik semacam ini dapat menimbulkan ketidakamanan, disintegrasi sosial, mengganggu stabilitas nasional, serta menghambat pembangunan.

Untuk itu, Darwis Damir menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya, menetapkan desa atau kelurahan rawan konflik sebagai lokasi pembentukan Kampung REDAM guna memperkuat pencegahan konflik berbasis masyarakat.

Selain itu, ia merekomendasikan penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah sebagai dasar hukum pembentukan, pelaksanaan, dan keberlanjutan Kampung REDAM. Ia juga mendorong pembentukan Forum Kampung REDAM yang melibatkan lintas unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur keamanan.

“Forum ini menjadi wadah dialog dan rekonsiliasi agar setiap persoalan sosial dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kearifan lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Darwis Damir menekankan pentingnya integrasi Kampung REDAM dengan Tim Terpadu serta Kader Pelopor Revolusi Mental dalam rangka deteksi dini, respons cepat, dan penanganan konflik sosial. Ia juga mendorong adanya penguatan kapasitas serta monitoring berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi.

“Dengan langkah ini, Kampung REDAM diharapkan dapat menjadi model percontohan penanganan konflik sosial yang efektif dan berkelanjutan di Sulawesi Barat,” tutup Darwis Damir. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bapperida Sulbar Pastikan Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Ekonomi dan Sosial

    Bapperida Sulbar Pastikan Sinergi Pusat-Daerah Jaga Stabilitas Ekonomi dan Sosial

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Bapperida Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di tengah tantangan harga pangan dan dinamika sosial nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year-on-year Sulbar pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,52%, dengan Kabupaten Majene sebagai daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 3,58%. “Kenaikan harga beras, bawang merah, dan […]

  • Komisi A Soroti Data Kekerasan Seksual Anak di Bontang, RS Amalia Ungkap Lonjakan Kasus Visum

    Komisi A Soroti Data Kekerasan Seksual Anak di Bontang, RS Amalia Ungkap Lonjakan Kasus Visum

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyoroti serius temuan data kasus pergaulan dan kekerasan seksual terhadap anak yang terungkap saat kunjungan lapangan ke RS Amalia, Selasa (19/5/2026). Heri menyebut, data yang dipaparkan pihak rumah sakit menjadi sinyal kuat adanya persoalan sosial yang harus segera ditindaklanjuti lintas sektor. “Tentu nanti kami akan […]

  • ASN Sulbar WFH Setiap Jumat, Ini Pejabat dan Layanan yang Tetap WFO

    ASN Sulbar WFH Setiap Jumat, Ini Pejabat dan Layanan yang Tetap WFO

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju –  Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan PNS dan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dalam rangka Transformasi Budaya Kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Surat edaran yang ditetapkan di Mamuju pada 4 September 2026 tersebut menjadi pedoman baru pelaksanaan pola kerja […]

  • Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulbar Galakkan Upaya Pelestarian

    Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulbar Galakkan Upaya Pelestarian

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Penggunaan bahasa daerah di Sulawesi Barat (Sulbar) kian mengalami penurunan, bahkan terancam punah. Menyikapi hal ini, sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S Mengga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong upaya pelestarian bahasa lokal. Sekretaris Disdikbud Sulbar, Saifuddin, mengemukakan […]

  • Sulbar Belum Punya Depo Migas, SDK Ajak Pengusaha Kerjasama Pembangunan

    Sulbar Belum Punya Depo Migas, SDK Ajak Pengusaha Kerjasama Pembangunan

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) mendorong pembangunan shorbase atau depo Minyak dan Gas (Migas) di Sulbar. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawara Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) VIII Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) Sulbar, Sabtu, 17 Mei 2025. Pada kesempatan itu, SDK menyebut, persoalan […]

  • Fantastis, Dalam Sepekan Polresta Mamuju Ungkap 15 TKP Curanmor dan Sita 15 Unit Roda Dua

    Fantastis, Dalam Sepekan Polresta Mamuju Ungkap 15 TKP Curanmor dan Sita 15 Unit Roda Dua

    • 0Komentar

    MAMUJU — Komitmen menghadirkan rasa aman bagi masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polresta Mamuju melalui pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukumnya. Sebanyak 15 unit sepeda motor berhasil diamankan dari 15 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda dalam kurun waktu akhir tahun 2025 hingga awal Februari 2026. Pengungkapan tersebut disampaikan langsung Kapolresta Mamuju, […]

expand_less