Fokus Perkuat Daya Saing UMKM, Pemkot Bontang Tekankan Pentingnya Rekam Jejak Kredit
- BERITA PARIWARA Pemerintahan
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026

Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan, khususnya dalam menjaga rekam jejak kredit sebagai kunci akses permodalan.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kegiatan sosialisasi literasi keuangan digelar di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (5/5/2026), dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, serta BPD Kaltimtara.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ditegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.
Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami dampak dari riwayat kredit terhadap peluang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.
“Pelaku usaha perlu menyadari bahwa catatan kredit itu menjadi pertimbangan utama bagi lembaga keuangan. Jadi bukan sekadar meminjam, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pelaku UMKM harus lebih selektif dalam melihat peluang investasi, mengingat masih banyak penawaran yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
“Di tengah banyaknya tawaran investasi, pelaku usaha harus lebih kritis agar tidak terjebak pada skema yang merugikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian PSDA Setda Bontang, Arif Rohman, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan formal.
Ia menilai masih ada kesenjangan informasi yang membuat pelaku UMKM kesulitan mengakses pembiayaan.
“Kami ingin pelaku usaha tidak hanya paham soal usaha, tetapi juga mengerti bagaimana sistem keuangan bekerja, termasuk pentingnya legalitas dan skor kredit,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Adi Setyo Nugroho dari Otoritas Jasa Keuangan memaparkan berbagai modus investasi ilegal serta peran Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam menilai kelayakan kredit.
Selain itu, Rama Kelana Jaya dari BPD Kaltimtara turut menjelaskan perkembangan program kredit tanpa bunga “Kredit Bontang Kreatif” sebagai salah satu upaya memperluas akses permodalan bagi UMKM. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar