DPRD Bontang Dorong 75 Persen Tenaga Lokal di Badak LNG, Soroti Intervensi Rekrutmen
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026

INTUISI.id – Komisi A DPRD Kota Bontang kembali melakukan kunjungan lapangan ke Badak LNG untuk membahas isu ketenagakerjaan serta proses pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, menyoroti pentingnya peningkatan porsi tenaga kerja lokal dalam industri migas di daerah.
Ia menilai keterlibatan masyarakat lokal masih perlu diperluas, termasuk mereka yang belum memiliki keahlian teknis agar bisa diberikan pembinaan.
“Harusnya kan lebih banyak 75 persen orang lokal. Kalau bisa pihak PT Badak bisa mendata orang-orang yang tidak punya keahlian tapi lebih banyak bicara, ini harus didata agar tidak terjadi keributan,” ujarnya.
Menurutnya, pendataan dan pembinaan tenaga kerja lokal penting dilakukan agar tidak muncul kesenjangan sosial di tengah keberadaan industri besar di daerah.
Ia juga menekankan perlunya sistem rekrutmen yang lebih terbuka dan berbasis pengembangan sumber daya manusia lokal.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Human Capital Badak LNG, Ravito Karismael, menyampaikan bahwa perusahaan juga memberi perhatian terhadap isu intervensi dalam proses rekrutmen.
Ia menyebut adanya pihak tidak dikenal yang mengatasnamakan individu tertentu dalam proses ketenagakerjaan menjadi perhatian serius perusahaan.
“Terkait menghadapi intervensi pihak-pihak tidak dikenal yang mengatasnamakan orang tertentu ini cukup menjadi perhatian,” ujarnya.
Ravito menjelaskan, perusahaan membuka ruang pelatihan sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, rekrutmen di Badak LNG tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses berjenjang mulai dari magang hingga LNG Academy.
“Pengangkatan di PT Badak itu tidak langsung, harus melalui proses magang, source dari LNG Academy,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta program LNG Academy juga telah menjadi bagian dari masyarakat Bontang selama proses pelatihan berlangsung.
“Program D3 LNG Academy kami itu mereka sudah menjadi warga Bontang. Pada saat selesai program pengangkatan, mereka akan melalui itu dan menjadi warga Bontang,” pungkasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar