Ikuti Kami

Beranda » BERITA » DKPPKB Sulbar Perkuat Panca Daya Ketiga melalui Akselerasi Pembangunan Kesehatan Berbasis Data

DKPPKB Sulbar Perkuat Panca Daya Ketiga melalui Akselerasi Pembangunan Kesehatan Berbasis Data

Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Panca Daya Ketiga, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, melalui penguatan pembangunan kesehatan berbasis data.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (20/1/2026), dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana.

Capaian pembangunan kesehatan menunjukkan tren positif, salah satunya Umur Harapan Hidup (UHH) Sulawesi Barat yang meningkat dari 69,91 tahun pada 2020 menjadi 71,44 tahun pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya derajat kesehatan masyarakat sebagai hasil penguatan layanan kesehatan dasar, promotif, dan preventif. Namun demikian, disparitas antarwilayah masih menjadi tantangan sehingga pemerataan kualitas layanan kesehatan tetap menjadi prioritas.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyatakan bahwa pada tahun 2025, kematian ibu tercatat 36 kasus yang tersebar di enam kabupaten, dengan kasus tertinggi di Polewali Mandar dan Majene. Sementara itu, kematian bayi mencapai 326 kasus, didominasi oleh gangguan sistem pernapasan dan kardiovaskular serta kasus berat badan lahir rendah dan prematuritas. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, kesiapsiagaan kegawatdaruratan, serta sistem rujukan maternal dan neonatal yang lebih responsif.

Di sisi lain, prevalensi stunting Sulawesi Barat tahun 2025 tercatat 26,80 persen, masih berada di atas target 26 persen. Kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Majene (30,72 persen), Mamasa (30,30 persen), dan Mamuju (29,31 persen), sementara Mamuju Tengah (19,59 persen) dan Pasangkayu (21,07 persen) telah berada di bawah target.

“Data menunjukkan bahwa daerah dengan cakupan pengukuran balita yang tinggi cenderung memiliki prevalensi stunting lebih rendah, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan pemerataan pengukuran balita,” kata dr. Nursyamsi.

Cakupan pengukuran balita (D/S) di tingkat provinsi baru mencapai 75,38 persen, masih di bawah target 85 persen, dan belum ada satu pun kabupaten yang mencapai target tersebut. Selain itu, persentase balita gizi kurang usia 6–59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan berbahan pangan lokal baru mencapai 20,3 persen.

Menyikapi hal tersebut, DKPPKB Sulbar menegaskan komitmennya untuk memperkuat intervensi gizi terpadu, meningkatkan cakupan dan kualitas pengukuran balita, serta mengoptimalkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal sebagai langkah strategis percepatan penurunan stunting dan pembangunan SDM Sulawesi Barat yang sehat dan berdaya saing melalui Program PASTI PADU. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : Him)

    Soal Program MBG, Sani Soroti Alokasi Anggaran

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 04 Samarinda Utara telah menyerap anggaran sebesar 28 juta selama lima hari pertama. Anggaran tersebut digunakan untuk menyediakan 510 porsi makanan setiap hari dengan harga Rp11.000 per porsi. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Sani Bin Husain, melihat alokasi […]

  • Persiapkan FGD Penilaian Interview Evaluasi SPBE, Tim Koordinasi Pemprov Sulbar Lakukan Briefing

    Persiapkan FGD Penilaian Interview Evaluasi SPBE, Tim Koordinasi Pemprov Sulbar Lakukan Briefing

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Guna memaksimalkan capaian nilai indeks SPBE Pemprov Sulbar tahun 2024, Tim koordinasi SPBE Sulbar melaksanakan briefing persiapan Forum Group Discussion (FGD) penilaian interview evaluasi. Briefing ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris selaku Ketua Tim Koordinasi di ruang rapat Rujab Sekda pada Jumat 18 Oktober 2024. Kegiatan ini […]

  • Bakti Sosial 2024, Kemensos Perkuat Kesejahteraan Warga Mamasa dengan 140 Miliar Rupiah

    Bakti Sosial 2024, Kemensos Perkuat Kesejahteraan Warga Mamasa dengan 140 Miliar Rupiah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamasa – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar Bakti Sosial di Kabupaten Mamasa dengan menyalurkan bantuan sosial senilai 140 miliar rupiah. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka Bakti Sosial ke VIII Tahun 2024, dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Kemensos. Acara puncak diadakan di Gereja Toraja, yang diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan program gerakan […]

  • Komisi I DPRD Provinsi Sulbar Lakukan Kunjungan Kerja ke Yogyakarta untuk Pemberdayaan Masyarakat

    Komisi I DPRD Provinsi Sulbar Lakukan Kunjungan Kerja ke Yogyakarta untuk Pemberdayaan Masyarakat

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Yogyakarta – Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Daerah (Setda) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I, Andi Muslim Fattah, bersama beberapa anggota lainnya, termasuk Risbar Berlian, Irbad Kaimuddin, Dalif Arsyad, dan Yulianti. Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi terkait Program […]

  • Mobil Dinas Tak Sesuai Peruntukan, Pemkot Bontang Siapkan Sanksi ASN

    Mobil Dinas Tak Sesuai Peruntukan, Pemkot Bontang Siapkan Sanksi ASN

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Penggunaan mobil dinas di luar kepentingan resmi yang viral mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni membenarkan bahwa kendaraan dinas yang menjadi sorotan tidak digunakan untuk tugas resmi saat kejadian. “Itu sudah dikonfirmasi. Katanya bukan dalam keadaan dinas,” ujarnya, Rabu (25/3/2026). Lebih jauh, Neni mengungkap bahwa praktik peminjaman […]

  • Momen Haru Hj. Fatmawati Salim Terima Lipatan Merah Putih Usai Upacara Pemakaman Militer

    Momen Haru Hj. Fatmawati Salim Terima Lipatan Merah Putih Usai Upacara Pemakaman Militer

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Jakarta – Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata saat petugas upacara dengan penuh kehormatan menyerahkan lipatan bendera merah putih kepada istri almarhum Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, Minggu (1/2/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian upacara pemakaman militer sekaligus bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum semasa hidup. “Ada sebuah tanggung jawab […]

expand_less