Intuisi.id, Mamuju – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Barat (Dispoparekraf Sulbar) terima audiensi media dari Malaqbi.com guna membahas penguatan pola promosi pariwisata dan ekonomi kreatif melalui digitalisasi. Pertemuan bertempat di Ruang Kerja Kepala Bidang Pemasaran, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Pelibatan media dalam promosi wisata sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang terus mendorong percepatan transformasi digital, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, guna meningkatkan daya saing daerah serta memperluas promosi potensi lokal ke tingkat nasional dan global.
Pada pertemuan tersebut dibahas upaya penguatan sinergitas antara pemerintah daerah dan media dalam menghadapi tantangan promosi di era digital. Dispoparekraf Sulbar menekankan pentingnya transformasi strategi promosi dari konvensional ke digital guna menjangkau masyarakat yang lebih luas dan beragam.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyampaikan bahwa peran media sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi pariwisata dan ekonomi kreatif secara cepat, akurat, dan menarik melalui berbagai platform digital.
“Digitalisasi promosi menjadi kebutuhan mutlak saat ini. Melalui kolaborasi dengan media, kami berharap potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah dapat dipromosikan secara lebih masif, kreatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan media tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun narasi positif daerah melalui konten-konten kreatif yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan minat generasi digital.
“Media memiliki peran penting dalam membentuk citra daerah. Dengan pengemasan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif, kami optimistis pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Barat akan semakin dikenal dan diminati,” kata Bau Akram.
Sementara itu, Kabid Pemasaran, Abdi Yansya mengungkapkan beberapa hal terkait pertemuan tersbut. Ia menyebut pemanfaatan media sosial, portal berita daring, serta konten kreatif seperti video, fotografi, dan storytelling digital sebagai sarana promosi yang efektif. Juga mendapat masukan terkait tren konsumsi informasi masyarakat serta strategi pengemasan konten agar lebih menarik minat publik.
“Media sosial dan konten kreatif menjadi kunci promosi saat ini. Masukan dari media sangat membantu kami dalam menyesuaikan kemasan konten agar lebih menarik dan sesuai dengan tren konsumsi informasi masyarakat,” ujar Abdi Yansya.
Perwakilan media dari Malaqbi.com menyambut baik audiensi ini dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program Dispoparekaraf melalui pemberitaan yang edukatif dan inspiratif, sekaligus mendorong peningkatan citra pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Dispoparekraf dan media dalam mengoptimalkan promosi berbasis digital demi mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. (*)




