Dinkes Bontang Perkuat Pencegahan Stunting dari Remaja hingga Calon Pengantin
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026

Intuisi.id – Upaya pencegahan stunting di Kota Bontang kini tidak hanya difokuskan pada ibu hamil, tetapi diperkuat sejak tahap pra-kehamilan melalui penguatan kesehatan remaja putri dan calon pengantin (catin). Langkah ini menjadi strategi utama Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menekan munculnya kasus stunting baru.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan bahwa pencegahan paling efektif dilakukan jauh sebelum bayi dilahirkan, dengan memastikan kondisi kesehatan calon ibu berada dalam keadaan optimal.
Ia menegaskan bahwa intervensi pada kelompok remaja putri dan catin menjadi kunci dalam memutus risiko stunting sejak awal.
“Strategi kita menghentikan stunting baru dengan mengawal ibu hamil, remaja putri, dan calon pengantin. Kalau ini dijaga dengan baik, anak yang lahir insyaallah tidak stunting,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, Dinkes memberikan berbagai intervensi, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) hingga Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri guna mencegah anemia sejak dini.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin juga terus dioptimalkan, termasuk pengecekan kadar hemoglobin (HB) sebagai bagian dari skrining kesiapan sebelum menikah.
Namun demikian, Bahtiar mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama terkait kepatuhan masyarakat dalam mengkonsumsi suplemen yang telah diberikan.
“Kalau diberikan Tablet Tambah Darah, tolong diminum. Jangan dibuang. Ini penting agar saat hamil nanti kondisi sudah siap dan sehat,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada kesadaran individu dalam menjaga kesehatan sejak sebelum memasuki masa kehamilan.
Ia juga menekankan pentingnya peran edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar pemahaman mengenai gizi tidak hanya terfokus pada anak, tetapi juga pada calon orang tua.
Bahtiar berharap, dengan penguatan intervensi dari hulu serta meningkatnya kesadaran masyarakat, target penurunan stunting di Bontang dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Mari kita jaga calon-calon ibu kita. Ini demi masa depan Bontang yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar