Dinkes Bontang Fokus Pencegahan, Target Tekan Stunting ke 12,5 Persen pada 2026
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026

Intuisi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menekankan penguatan strategi pencegahan sebagai langkah utama dalam upaya menurunkan prevalensi stunting hingga 12,5 persen pada 2026. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding hanya menangani kasus yang sudah terjadi.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan saat ini angka stunting masih berada di 15,69 persen berdasarkan hasil operasi timbang terbaru. Meski demikian, ia menyebut tren penurunan yang terjadi setiap tahun menunjukkan arah yang positif.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mencegah munculnya kasus baru dengan memperkuat intervensi sejak kelompok usia remaja, calon pengantin, hingga ibu hamil. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan risiko stunting sejak dari hulu.
“Yang paling penting itu jangan ada stunting baru. Kita kawal dari awal, dari remaja putri sampai ibu hamil,” ujarnya, Selasa (20/4/2026).
Intervensi tersebut mencakup pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri serta pemenuhan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Upaya ini diyakini dapat mencegah bayi lahir dengan risiko stunting.
Selain itu, Dinkes juga memperkuat pemantauan melalui operasi timbang yang dilakukan secara rutin di posyandu untuk memastikan pertumbuhan balita terdata dengan akurat. Dari sekitar 10 ribu balita sasaran, pemantauan dilakukan setiap bulan.
Bahtiar menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk perusahaan melalui program CSR serta peran media dalam edukasi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu agar pertumbuhan dapat dipantau sejak dini.
“Peran orang tua sangat penting. Rutin ke posyandu itu kunci agar pertumbuhan anak bisa terpantau,” jelasnya.
Menurutnya, masa krusial penanganan stunting berada pada usia di bawah lima tahun. Karena itu, upaya pencegahan dan intervensi dini menjadi kunci untuk mencapai target yang ditetapkan.
“Kalau kita bisa tekan kasus baru dan perkuat pencegahan, target 12,5 persen sangat mungkin tercapai,” pungkasnya. (*)
- person


Saat ini belum ada komentar