Dikebut Pemkot Bontang, Pembangunan Sekolah Rakyat Masuki Tahap Finalisasi Dokumen
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026

Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang terus mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan mematangkan kesiapan teknis dan administratif. Langkah ini ditandai melalui rapat kerja lanjutan yang digelar di Ruang Rapat Utama Wali Kota Bontang, Senin (13/04/2026).
Rapat yang dipimpin Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Wakil Wali Kota Agus Haris tersebut menyoroti sejumlah tahapan krusial sebagai bagian dari percepatan proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (ProSN).
Fokus utama dalam rapat adalah penyelesaian berbagai dokumen penting yang menjadi syarat dimulainya pembangunan. Salah satunya pemecahan Kartu Inventaris Barang (KIB) yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.
“Kami ingin seluruh dokumen teknis segera selesai, sehingga proses pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan,” ujar Neni.
Selain itu, Pemkot Bontang juga akan mengajukan permintaan dokumen Detail Engineering Design (DED) kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari kelengkapan perencanaan.
Dari sisi lingkungan, dokumen UKL/UPL/SPPL tengah diproses oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DSPM) dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan target penyelesaian dalam waktu dua minggu.
Tak hanya itu, dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalin) juga sedang disiapkan dengan melibatkan tenaga ahli bersertifikat guna memastikan pembangunan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Semua aspek harus diperhitungkan, termasuk dampak lalu lintas agar ke depan tetap tertib dan aman,” tambahnya.
Untuk melengkapi perizinan, pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga tengah diproses oleh DSPM bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur pendukung turut menjadi perhatian. Pemkot Bontang mulai menjalin koordinasi dengan PLN untuk pasokan listrik, PDAM untuk penyediaan air bersih, serta Telkom untuk jaringan internet berkecepatan tinggi hingga 200 Mbps.
“Koordinasi lintas sektor ini penting agar semua kebutuhan dasar pembangunan Sekolah Rakyat dapat terpenuhi secara optimal,” jelas Neni. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar