Dari Musrenbang ke Riset, Bapperida Sulbar Perkuat Substansi dan Akselerasi Inovasi
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026

Intuisi.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat memanfaatkan apel pagi sebagai ruang konsolidasi internal untuk memperkuat arah perencanaan dan mendorong percepatan inovasi daerah.
Kegiatan yang digelar di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Kamis (16/4/2026) ini tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi forum evaluasi sekaligus penyelarasan kerja antarbidang.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, sebagaimana tertuang dalam visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka melalui misi kelima Panca Daya pembangunan.
Dalam arahannya, Sekretaris Bapperida Sulbar, Suhamta, menyinggung dinamika yang berkembang dalam rapat Komisi III DPRD Sulbar terkait pelaksanaan Musrenbang. Ia mengingatkan agar seluruh tahapan perencanaan tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi benar-benar menitikberatkan pada substansi.
Menurutnya, peran Bapperida harus lebih dari sekadar pelaksana kegiatan. Meski berbagai tahapan seperti forum kabupaten, desk lintas urusan, hingga penyerapan aspirasi DPRD saat reses telah dilakukan, ruang evaluasi tetap harus dibuka.
“Yang terpenting adalah memastikan setiap tahapan berjalan sesuai esensinya dan benar-benar memberi dampak,” ujar Suhamta.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing kepala bidang terkait capaian kegiatan selama sepekan terakhir.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Hasanuddin, menyampaikan perkembangan rencana kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia mendorong seluruh bidang segera mengidentifikasi isu strategis dan potensi unggulan yang dapat dikolaborasikan dalam skema riset nasional.
Di sisi lain, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Arjanto, memaparkan hasil monitoring dan evaluasi bersama Bappenas terkait konektivitas tematik. Salah satu temuan penting adalah adanya tumpang tindih aktivitas logistik di sejumlah pelabuhan, seperti Pelabuhan Feri, Pelabuhan Mamuju, dan Belang-belang.
Menurutnya, kondisi ini perlu segera direspons melalui regulasi yang mengatur pembagian komoditas di tiap pelabuhan agar distribusi lebih efisien dan tidak saling bersaing.
“Kita ingin distribusi logistik berjalan lebih teratur, sehingga potensi daerah bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa setiap proses perencanaan, termasuk Musrenbang, merupakan bagian penting dalam menyatukan arah pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan, Bapperida harus tampil sebagai motor penggerak, bukan hanya menjalankan fungsi administratif.
“Masukan dari berbagai pihak adalah bagian dari proses penyempurnaan. Kita ingin perencanaan benar-benar tajam, menyentuh akar persoalan, dan menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata,” tegas Amujib.
Melalui penguatan substansi perencanaan dan percepatan inovasi, Bapperida Sulbar optimistis mampu mendorong pembangunan daerah yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar