Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Cegah Stunting dari Remaja, Dinkes Bontang Perkuat Konsumsi Tablet Tambah Darah

Cegah Stunting dari Remaja, Dinkes Bontang Perkuat Konsumsi Tablet Tambah Darah

INTUISI.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memperkuat pencegahan anemia pada remaja putri melalui program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Penguatan Konsumsi TTD pada Remaja Putri di Sekolah yang digelar di Auditorium 3D. Kegiatan diikuti kepala sekolah dan guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) se-Kota Bontang.

Kepala Dinkes Kota Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan penanganan anemia perlu dilakukan sejak remaja karena kondisi kesehatan remaja putri berkaitan dengan kesehatan mereka saat memasuki usia reproduktif.

“Remaja putri merupakan calon ibu di masa depan. Karena itu, kondisi kesehatan mereka saat ini akan berdampak pada kualitas generasi berikutnya, termasuk dalam upaya mencegah risiko stunting,” ujar Toetoek, Rabu, (22/7/2026)

Menurutnya, sekolah memiliki posisi penting dalam memastikan konsumsi TTD berjalan rutin. Peran guru UKS tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga ikut memantau dan mendampingi siswa.

“Sekolah memiliki posisi yang sangat strategis untuk memastikan program TTD ini berjalan secara konsisten. Kami mendorong kepala sekolah dan guru UKS untuk mendampingi para siswa agar rutin mengonsumsi TTD,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai anemia dan dampaknya terhadap kesehatan remaja putri. Anemia juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan kondisi kesehatan dalam jangka panjang.

Penguatan fungsi UKS menjadi salah satu materi utama. UKS didorong menjadi bagian dari sistem pemantauan sekaligus pendampingan konsumsi TTD di lingkungan sekolah.

Dinkes juga mendorong sekolah menggunakan pendekatan yang lebih persuasif agar siswa tidak enggan maupun lupa mengonsumsi tablet tambah darah.

Salah satu langkah yang didorong yakni pelaksanaan konsumsi TTD secara bersama di sekolah satu kali dalam sepekan. Pola tersebut dapat membantu membangun kebiasaan sekaligus memudahkan pemantauan oleh guru UKS.

Toetoek mengatakan pencegahan anemia pada remaja putri tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Sekolah memiliki peran penting karena sebagian besar aktivitas remaja berlangsung di lingkungan pendidikan.

“Yang kita bangun bukan hanya kepatuhan minum tablet, tetapi kebiasaan menjaga kesehatan sejak remaja. Ini menjadi investasi untuk kesehatan mereka sekarang dan ketika kelak menjadi ibu,” pungkas Toetoek. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

expand_less