Bapperida dan Bappenas Rumuskan Core Competence Kakao-Kopi, Sorot Kesenjangan Nilai Tambah
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month 59 menit yang lalu

Intuisi.id, Mamuju – Bappenas bersama Bapperida Provinsi Sulawesi Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Core Competence Berbasis Komoditas Kakao dan Kopi di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Sulbar, Selasa (28/7/2026).
Forum diselenggarakan Direktorat Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas dan dihadiri perwakilan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, akademisi, pelaku usaha, dan tim ahli.
Tim konsultan Bappenas memaparkan bahwa sektor pertanian berkontribusi sekitar 46,11 persen terhadap perekonomian Sulbar, sementara industri pengolahan baru menyumbang sekitar 10,41 persen.
Kesenjangan ini menunjukkan sebagian besar manfaat ekonomi komoditas unggulan masih dinikmati di luar Sulbar. Berdasarkan penilaian berbagai indikator, Bappenas menetapkan kakao dan kopi sebagai komoditas paling potensial untuk dikembangkan menjadi core competence provinsi.
Kakao dengan luas areal 140,9 ribu hektare dinilai masih mengalami potensi kehilangan nilai akibat produktivitas yang belum optimal. Hal serupa ditemukan pada kopi yang masih membutuhkan penguatan budidaya, pascapanen, dan pengolahan.
Kepala Bapperida Sulbar Amujib menegaskan hasil FGD harus dapat diimplementasikan, bukan sekadar kajian. “Hasilnya harus menjadi dasar untuk menentukan keunggulan yang benar-benar mampu menjadi mesin percepatan pembangunan Sulawesi Barat,” ujarnya.
Usai FGD, tim Bappenas melakukan kunjungan lapangan ke sentra produksi dan UMKM pengolahan kakao dan kopi di Kabupaten Mamuju, dilanjutkan ke Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (29/7/2026). (*)
- person


Saat ini belum ada komentar