Ingin Suasana Baru, H. Sudirman Hengkang dari Golkar

Intuisi.id, Mamasa – Wakil Bupati Mamasa H. Sudirman memastikan dirinya meninggalkan Partai Golongan Karya (Golkar) setelah puluhan tahun menjadi bagian dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
Keputusan itu disampaikan Sudirman di tengah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kabupaten Mamasa 2026. Ia tidak lagi masuk dalam bursa pencalonan Ketua DPD Golkar Mamasa setelah sebelumnya memimpin partai tersebut selama dua periode.
Sudirman mengatakan, keputusannya keluar dari Golkar bukan karena adanya persoalan dengan partai. Ia menyebut ingin mencari suasana baru yang dinilai lebih sesuai dengan keinginannya.
“Rencana keluar dari Golkar karena mungkin ya mau cari suasana lain,” kata Sudirman.
Sudirman mengaku hingga kini belum menentukan partai politik yang akan menjadi tempatnya berlabuh setelah meninggalkan Golkar.
“Yang pada dasarnya untuk sementara ini masih berpikir mau ke (partai) mana. Tapi pada kesimpulannya sudah 100 persen keluar dari Golkar,” ujarnya.
Ia juga belum menyebut partai tertentu yang menjadi tujuannya. Menurut Sudirman, yang terpenting baginya adalah menemukan lingkungan politik dengan suasana yang nyaman dan searah dengan keinginannya.
“Untuk warna (lambang partai) yang ingin dituju, ya nanti. Bahwa suasana yang bagus dalam artian biar kecil yang penting senang orang di dalam,” katanya.
Ia berharap partai yang nantinya dipilih memiliki suasana internal yang sejalan dengan apa yang diinginkannya.
“Suasananya searah dengan kita punya keinginan,” lanjutnya.
Meski memilih meninggalkan Golkar, Sudirman menegaskan keputusan tersebut tidak dilatarbelakangi konflik dengan partai yang telah membesarkan karier politiknya.
“Tapi artinya keluar dari Golkar bukan berarti ada masalah, tidak. Memang hanya untuk mencari suasana baru,” tegasnya.
Sudirman bukan nama baru dalam politik Mamasa. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Mamasa periode 2025-2030, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Mamasa dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat selama dua periode.
Keputusannya meninggalkan Golkar kini membuka babak baru dalam perjalanan politik Sudirman. Namun, untuk sementara, ia belum menentukan partai politik yang akan dipilih setelah resmi meninggalkan Golkar. (*/Zk)
- person

Saat ini belum ada komentar