Pupuk Kaltim Raih Bintang 5 Green and Smart Port ASRI 2026, Bukti Transformasi Pelabuhan Berkelanjutan
- PARIWARA
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026

Intuisi.id, BONTANG – Transformasi pengelolaan pelabuhan yang dijalankan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membuahkan hasil. Perusahaan meraih penghargaan Green and Smart Port – ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5 dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pupuk Kaltim menerapkan tata kelola pelabuhan yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta keselamatan operasional.
Penghargaan diserahkan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada puncak Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti transformasi yang dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir berhasil menciptakan tata kelola pelabuhan yang tidak hanya efisien, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan hasil komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami meyakini daya saing industri tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG),” ujarnya.
Menurut Rafli, pengembangan Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah mengusung konsep Green Port sejak 2018 melalui berbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pelabuhan.
Implementasinya dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekosistem energi bersih, hingga program konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Saat ini Pupuk Kaltim mengembangkan kawasan konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, serta menjaga kelestarian anggrek hitam sebagai flora endemik Kalimantan. Area pelabuhan juga didukung ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan,” kata Rafli.
Selain penguatan aspek lingkungan, Pupuk Kaltim juga mengembangkan konsep Smart Port melalui digitalisasi proses bisnis. Salah satu inovasinya ialah aplikasi iPortlog yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan.
Melalui aplikasi tersebut, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari aktivitas bongkar muat, penggunaan fasilitas pelabuhan, hingga indikator kinerja operasional. Dashboard terintegrasi juga memudahkan manajemen memperoleh data secara cepat dan akurat sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efektif.
“Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung lebih transparan,” jelas Rafli.
Di sisi lain, aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas. Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan risiko yang sistematis, latihan tanggap darurat berkala, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mempercepat transformasi Green and Smart Port untuk mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. Perusahaan juga menargetkan Terminal Khusus Pupuk Kaltim mampu menjadi pelabuhan berkelas dunia yang berkontribusi terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi tonggak penting transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ia berharap Gerakan ASRI dapat diterapkan lebih luas, tidak hanya di sektor pelabuhan, tetapi juga pada berbagai moda transportasi lainnya sesuai arahan Presiden.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pelabuhan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional. Menurutnya, pelabuhan tidak hanya menjadi infrastruktur logistik, tetapi juga berperan menjaga kelancaran distribusi, menekan disparitas harga, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar