Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Bapperida Sulbar Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pelestarian Mangrove

Bapperida Sulbar Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pelestarian Mangrove

Intuisi.id, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan kelembagaan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Sulawesi Barat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka Misi ke-4 yakni membangun infrastruktur, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sulawesi Barat Periode 2025–2028 yang digelar di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari Rencana Aksi KKMD Tahun 2026, dukungan data kegiatan tahun 2025, hingga revisi Surat Keputusan kelembagaan sesuai nomenklatur terbaru.

Rapat kerja dihadiri berbagai unsur pemerintah provinsi, instansi vertikal, akademisi, dan pemangku kepentingan pengelolaan mangrove. Diantaranya Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Bapperida Sulbar, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Pengelolaan DAS Karama, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Kantor Wilayah BPN, Universitas Sulawesi Barat, hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Sulawesi Barat.

Mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, M.M., Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Sulbar, H. Arjanto, ST., MT., memaparkan materi terkait “Indeks Efektivitas Kelembagaan KKMD Provinsi Sulawesi Barat”.

Dalam pemaparannya, Arjanto menjelaskan bahwa pengelolaan mangrove membutuhkan kelembagaan yang kuat, terstruktur, dan kolaboratif. Menurutnya, KKMD memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove daerah.

“Penguatan kelembagaan menjadi kunci agar pengelolaan mangrove dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Arjanto.

Ia menjelaskan, penilaian indeks efektivitas KKMD dilakukan melalui lima pilar utama, yakni kebijakan, kapasitas, aksi dan pelaporan, pendanaan, serta kemitraan. Penilaian tersebut digunakan untuk mengukur sejauh mana fungsi kelembagaan berjalan sesuai mandat sekaligus memetakan tantangan dan kebutuhan penguatan ke depan.

Berdasarkan hasil asesmen tahun 2025, KKMD Sulawesi Barat memperoleh nilai 44 dengan kategori “Efektif”. Capaian tersebut menunjukkan bahwa fondasi kelembagaan dan operasional KKMD telah berjalan cukup baik, terutama dari aspek legalitas, koordinasi lintas sektor, dan rutinitas pelaporan kegiatan.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, di antaranya keterbatasan dukungan pendanaan daerah, optimalisasi dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM), penguatan produk pengetahuan lokal, hingga perluasan jejaring kemitraan dengan sektor swasta dan filantropi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bapperida Sulbar mendorong percepatan penguatan regulasi daerah, peningkatan dukungan APBD, pengembangan skema pendanaan alternatif melalui program CSR dan blue carbon, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam penyusunan kajian dan publikasi pengelolaan mangrove.

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan KKMD menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan daerah dan kelestarian lingkungan hidup.

“Pengelolaan mangrove tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor dan penguatan kelembagaan agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah,” kata Amujib.

Menurutnya, Bapperida Sulbar memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan perencanaan lintas sektor, memastikan pengelolaan mangrove terintegrasi dalam dokumen pembangunan daerah, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta.

Melalui penguatan kelembagaan KKMD, diharapkan pengelolaan mangrove di Sulawesi Barat semakin efektif serta mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Resmi Dilantik, Suhardi Duka Pimpin Mabida dan Suraidah Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulbar Periode 2025-2030

    Resmi Dilantik, Suhardi Duka Pimpin Mabida dan Suraidah Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulbar Periode 2025-2030

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju –  Majelis Pembimbing daerah dan Kwartir daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat periode 2025 – 2030 resmi dilantik di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 15 Oktober 2025. Hadir melantik Ketua Kwartir Nasional Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, Sekretaris Jendral Kwartir Nasional Mayjen TNI (Purn) Bahtiar Adapun yang dilantik Gubernur Sulbar Suhardi Duka […]

  • Desk Pilkada Sulbar Fokus Kawal Pemilu 2024, Hindari Gesekan Antar Calon

    Desk Pilkada Sulbar Fokus Kawal Pemilu 2024, Hindari Gesekan Antar Calon

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Tim Desk Pilkada 2024 Sulawesi Barat kembali melaksanakan rapat koordinasi bersama penyelenggara pemilu, dinas terkait, dan unsur Forkopimda, Selasa (29/10/2024). Pertemuan yang diadakan di Media Center tersebut dipimpin oleh Plt Kepala Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail, bersama jajaran Tim Desk Pilkada 2024. Rapat ini turut dihadiri oleh jajaran KPU dan Bawaslu Sulbar, perwakilan […]

  • STQH XI Sulbar Dibuka, Gubernur SDK Dorong Lahirnya Generasi Qurani

    STQH XI Sulbar Dibuka, Gubernur SDK Dorong Lahirnya Generasi Qurani

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-XI tingkat Provinsi Sulbar tahun 2025 di Masjid Suada Mamuju, Jumat, 30 Mei 2025. Mengangkat tema “Membangun generasi hebat yang cinta Al-quran & Hadist menuju Sulawesi Barat yang lebih religius, Maju dan Sejahtera,” STQH XI ini akan berlangsung selama lima […]

  • Pj Gubernur Sebut Potensi Balabalakang Harus Dioptimalkan untuk Masa Depan Sulbar

    Pj Gubernur Sebut Potensi Balabalakang Harus Dioptimalkan untuk Masa Depan Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, menggelar pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Kepulauan Balabalakang di Rujab Gubernur Sulbar pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Dalam pertemuan tersebut, Bahtiar membahas berbagai potensi pengembangan wilayah Kepulauan Balabalakang serta pentingnya membangun silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat setempat. Bahtiar menegaskan, salah satu fokus pada HUT ke-20 Sulbar adalah […]

  • Buka Retret Pejabat Eselon II Mamasa, Gubernur Sulbar: Peningkatan Pelayanan Publik Harga Mati

    Buka Retret Pejabat Eselon II Mamasa, Gubernur Sulbar: Peningkatan Pelayanan Publik Harga Mati

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamasa – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, bertindak sebagai Inspektur Apel pada pembukaan Retret Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa, yang digelar di halaman Kantor Kodim 1428 Mamasa, Jumat, 21 November 2025. Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Ia menyebutkan, Kabupaten Mamasa […]

  • Kajan Lahang Serukan Pengembangan Wisata Dapil IV Demi Kesejahteraan Masyarakat

    Kajan Lahang Serukan Pengembangan Wisata Dapil IV Demi Kesejahteraan Masyarakat

    • 0Komentar

    Kutai Timur, Intuisi.Id – Potensi wisata alam dan budaya di Dapil IV Kutai Timur menjadi perhatian Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang. Menurut Kajan, pengembangan destinasi wisata seperti Sungai Seleq di Desa Miau Baru, Gua Kongbeng, dan Gua Maria adalah langkah penting untuk mendorong ekonomi lokal dan mempromosikan keunikan daerah ini ke skala […]