Dinkes Bontang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Stunting hingga Nol Kasus Baru
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026

Intuisi.id – Upaya menekan angka stunting di Kota Bontang kini diarahkan pada penguatan gerakan kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan sinergi antara pemerintah, perusahaan, LSM, media, hingga masyarakat menjadi faktor penentu dalam mempercepat penurunan stunting, bahkan menuju target nol persen kasus baru.
Ia menekankan bahwa strategi utama saat ini bukan hanya menangani kasus yang sudah ada, tetapi memastikan tidak muncul kasus baru di masa mendatang.
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Perlu dukungan perusahaan, LSM, media, hingga masyarakat. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, Bontang memiliki peluang besar untuk terbebas dari stunting jika seluruh pihak terlibat aktif. Kunci utamanya adalah menjaga agar tidak ada tambahan kasus baru, sembari tetap melakukan penanganan terhadap kasus yang sudah ada.
“Stunting itu ada masanya. Setelah usia 5 tahun, anak akan keluar dari kategori. Kuncinya jangan ada kasus baru lagi,” jelasnya.
Dalam skema kolaborasi tersebut, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Sementara itu, media dan LSM berperan dalam memperluas edukasi mengenai pola asuh dan pentingnya gizi seimbang.
Dinkes juga memperkuat sistem pemantauan melalui evaluasi rutin pertumbuhan balita setiap bulan, baik dari sisi berat maupun tinggi badan, untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat segera terdeteksi.
Bahtiar menegaskan bahwa keterlibatan orang tua tetap menjadi fondasi utama dalam keberhasilan program ini, terutama melalui kedisiplinan membawa anak ke Posyandu secara rutin.
“Kalau masyarakat aktif dan semua pihak terlibat, kita optimistis penanganan stunting akan lebih efektif,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Bontang untuk menjadikan penanganan stunting sebagai gerakan bersama demi masa depan generasi mendatang.
“Kalau kita kompak, target penurunan hingga nol persen bukan hal yang mustahil,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar