Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Wali Kota Bontang Minta RSUD Taman Husada Jangan Tolak Pasien, Utamakan Pelayanan Meski Tanpa BPJS

Wali Kota Bontang Minta RSUD Taman Husada Jangan Tolak Pasien, Utamakan Pelayanan Meski Tanpa BPJS

Intuisi.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa hambatan.

Ia secara khusus meminta kepada jajaran RSUD Taman Husada agar tidak menolak pasien yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Menurutnya, kondisi darurat maupun kebutuhan pelayanan medis tidak boleh terhalang oleh persoalan administrasi. Ia menekankan bahwa pasien yang datang harus segera ditangani terlebih dahulu, sementara urusan administrasi dapat diselesaikan setelahnya.

“Jadi dilayani saja terlebih dahulu. Jangan sampai pasien ditolak hanya karena belum memiliki BPJS. Nanti administrasinya bisa kita bantu urus,” tegas Neni saat melakukan sidak ke RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (25/3/2025).

Ia menilai, rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Terlebih, dalam situasi tertentu, pasien datang dalam kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tidak memungkinkan untuk mengurus kelengkapan administrasi terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Neni juga mengingatkan pentingnya membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan. Tenaga medis dan seluruh jajaran rumah sakit diminta untuk memberikan pelayanan secara maksimal dengan mengedepankan empati dan kepedulian terhadap pasien.

“Layani dengan sepenuh hati. Itu yang paling utama. Jangan melihat dari sisi administrasi dulu, tapi lihat kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bontang dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama warga kurang mampu. Pemerintah, kata dia, siap memfasilitasi proses pengurusan BPJS bagi pasien yang belum terdaftar, agar ke depannya mereka tetap dapat mengakses layanan kesehatan secara berkelanjutan.

Selain itu, ia meminta agar pihak rumah sakit meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, sehingga proses administrasi pasien dapat berjalan lebih cepat dan tidak menjadi beban bagi masyarakat. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas maupun kecepatan penanganan.

Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Kota Bontang, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah. Pemerintah kota juga akan terus melakukan pengawasan guna memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan baik di lapangan. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Salat Tarawih di Mamuju, Salim S Mengga Sampaikan Pesan Kedamaian

    Salat Tarawih di Mamuju, Salim S Mengga Sampaikan Pesan Kedamaian

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn) Salim S Mengga, melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Karema, Mamuju, Minggu, 2 Maret 2025 malam. Kehadiran Wagub dalam ibadah ini disambut hangat oleh pengurus masjid dan masyarakat setempat. Pengurus Masjid Ar-Rahman, Andi Salim, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kedatangan Wakil […]

  • Sulbar Juara Nasional! 648 Koperasi Merah Putih Siap Diluncurkan Serentak

    Sulbar Juara Nasional! 648 Koperasi Merah Putih Siap Diluncurkan Serentak

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Peluncuran koperasi Merah Putih akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 19 Juli 2025. Pemprov Sulbar akan menyiapkan dua lokasi sebagai model percontohan, yakni Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar. “Dua tempat itu akan jadi mock up-nya,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Sulbar, Andi Bau Akram Dai. Selasa […]

  • Sekprov Muhammad Idris Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I

    Sekprov Muhammad Idris Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, resmi menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (SATPEL) Mamuju, Tahun Anggaran 2024. Penutupan kegiatan ini berlangsung di Aula Workshop Satpel Las BLK Mamuju, Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, pada Jumat, 13 September 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai […]

  • Pemprov Sulbar dan PHDI Sulbar Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

    Pemprov Sulbar dan PHDI Sulbar Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) diwakili Plt Karo Pemkesra Setda Sulbar Murdanil menghadiri loka Sabha III Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulbar di Hotel Aflah Mamuju, Jumat 1 Agustus 2025. Hadir Ketua PHDI pusat Wisnu Bawa Tenaya, Forkopimda Sulbar, dan pengurus PHDI kabupaten maupun provinsi. “Semoga kegiatannyabisa berjalan dengan baik, melahirkan pemimpin […]

  • Cegah Food Waste, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Luncurkan Aksi Perubahan “Cinta Pangan” di Sekolah Dasar

    Cegah Food Waste, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Luncurkan Aksi Perubahan “Cinta Pangan” di Sekolah Dasar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi dan koordinasi aksi perubahan “Cinta Pangan” (Cerdas Informasikan dan Tumbuhkan Aksi Peduli Pangan) di SDN Tahayahaya, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah dan dewan guru SDN Tahayahaya, Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, serta perwakilan dari SPPG (Satuan […]

  • Dosen Unsulbar: Program Pertanian Pj Bahtiar Solusi Penting Atasi Kemiskinan Ekstrem di Sulbar

    Dosen Unsulbar: Program Pertanian Pj Bahtiar Solusi Penting Atasi Kemiskinan Ekstrem di Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Majene – Ditengah momentum peringatan 20 tahun berdirinya Provinsi Sulawesi Barat, tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut masih menjadi perhatian utama. Dalam upaya mengatasi masalah ini, program-program pemerintah, terutama di bidang pertanian, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Dosen Politik dan Kebijakan Publik FISIP Unsulbar, Farhanuddin, dalam wawancaranya pada Sabtu, 31 […]

expand_less