Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Pemprov Sulbar Gelar Rakerda Perdana Libatkan Seluruh Kabupaten, Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Pemprov Sulbar Gelar Rakerda Perdana Libatkan Seluruh Kabupaten, Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) lingkup Pemprov Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 20 Januari 2025. Rakerda ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat.

Rakerda dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dan dihadiri para bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, serta kepala OPD dari enam kabupaten di Sulbar secara virtual. Hadir pula para tenaga ahli gubernur dan seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, melaporkan kehadiran pemerintah kabupaten dalam forum tersebut. Pemerintah Kabupaten Mamuju dihadiri secara virtual oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan kepala OPD. Kabupaten Majene serta Polewali Mandar dihadiri lengkap oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan kepala OPD. Kabupaten Mamasa dihadiri Bupati, Sekda, dan kepala OPD. Kabupaten Pasangkayu dihadiri Wakil Bupati dan kepala OPD, sementara Kabupaten Mamuju Tengah dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan kepala OPD.

Junda Maulana menjelaskan bahwa Rakerda ini dilaksanakan atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk mengubah pola kerja pemerintahan ke arah kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan sinkronisasi program dan kegiatan, terutama di tengah kondisi fiskal yang sangat terbatas pada tahun 2026,” ujar Junda.

Ia menegaskan, melalui kolaborasi dan sinergi program, target-target pembangunan yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Menurutnya, langkah awal kolaborasi adalah menyatukan persepsi terhadap permasalahan pembangunan daerah. Setelah itu, pemerintah provinsi dan kabupaten dapat menentukan isu-isu strategis yang menjadi prioritas penanganan bersama, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pembiayaan.

Junda Maulana juga memaparkan target utama visi-misi pembangunan Sulawesi Barat tahun 2025–2030, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai 8 persen pada 2030, dengan target tahun 2025 sebesar 5,9 persen.

Selain itu, Pemprov Sulbar menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1 persen per tahun, dari posisi saat ini 10,41 persen menuju 5,80 persen pada 2030, serta penurunan rasio gini hingga 0,28 sebagai upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mencapai target tersebut, ditetapkan beberapa sasaran utama, antara lain peningkatan kinerja pertanian yang produktif dan berdaya saing, peningkatan investasi daerah, penguatan tata kelola pemerintahan digital yang bersih dan akuntabel, serta peningkatan ketahanan terhadap risiko bencana.

Sementara untuk penurunan kemiskinan, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, penguatan kemandirian desa, serta peningkatan kualitas kehidupan sosial yang demokratis.

Rakerda ini dibagi ke dalam tiga bidang pembahasan. Bidang keamanan, ketertiban, dan hukum dipaparkan oleh Kepala Kesbangpol Sulbar Muhammad Darwis Damir.

Bidang ekonomi dan pariwisata dipresentasikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Hamdani Hamdi. Sedangkan bidang kesejahteraan, termasuk isu kesehatan dan pendidikan, dipaparkan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial PMD dan Pemberdayaan Perempuan Darmawati.

Setiap sesi diikuti dengan diskusi dan tanggapan dari pemerintah kabupaten guna memastikan keselarasan isu strategis dan program kegiatan antara provinsi dan kabupaten.

Hasil Rakerda ini akan ditindaklanjuti dalam tahapan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekbang), kemudian dibahas dalam Musrenbang kabupaten, Musrenbang provinsi, hingga Musrenbang nasional melalui Rakortekbang Nasional pada awal tahun 2026.

Sementara itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa Rakerda ini bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan pembangunan, mencari solusi, serta menyesuaikan dukungan anggaran yang tersedia melalui kerja sama lintas pemerintahan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan anggaran, kolaborasi adalah kunci. Kalau kita isi bersama-sama, maka hasilnya akan jauh lebih terasa,” ujar Suhardi Duka. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Yusuf T. Silambi: Sistem Reward and Punishment, Kunci Reformasi ASN di Kutai Timur

    Yusuf T. Silambi: Sistem Reward and Punishment, Kunci Reformasi ASN di Kutai Timur

    • 0Komentar

    Kutai Timur,Intuisi.id – Yusuf T. Silambi, anggota DPRD Kutai Timur, menyerukan penerapan sistem reward and punishment sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Dalam wawancara via telepon, Selasa (17/11/2024), Yusuf menegaskan bahwa sistem ini adalah langkah penting untuk menciptakan pemerintahan yang lebih profesional dan bertanggung jawab. “Pegawai yang menunjukkan kinerja baik dan […]

  • Sukseskan Quick Wins Sulbar Berdaya, Dinas Koperindag Sulbar Audiensi dengan Kampus dan Perbankan di Polman

    Sukseskan Quick Wins Sulbar Berdaya, Dinas Koperindag Sulbar Audiensi dengan Kampus dan Perbankan di Polman

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Polman – Guna mempercepat dan menyukseskan program Quick Wins Sulbar Berdaya khusus untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Dinas Koperindag Sulbar melakukan serangkaian audiensi strategis dengan dunia pendidikan dan perbankan pada Kamis 21 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesuksesan program serupa yang pertama […]

  • Inspektorat Sulbar Paparkan Hasil Koordinasi Penyelarasan Program Stunting di Majene

    Inspektorat Sulbar Paparkan Hasil Koordinasi Penyelarasan Program Stunting di Majene

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Majene – Inspektur Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir didampingi Plt. Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah II, Wahidah Harun bersama Tim Auditor memaparkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene. Pemaparan tersebut menitikberatkan pada penyelarasan Program Stunting dengan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2026 serta dukungannya […]

  • Suhadi Kandoa Gelar Reses Perdana di Desa Marampan, Mamasa

    Suhadi Kandoa Gelar Reses Perdana di Desa Marampan, Mamasa

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamasa – Anggota DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2024-2029, Suhadi Kandoa, menggelar reses perdananya di Desa Marampan, Kecamatan Sesena Padang, Kabupaten Mamasa, pada Selasa, 19 November 2024. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka dalam Pemilu 14 Februari 2024. Suhadi memilih […]

  • Tingkatkan Kualitas Data Konstruksi, PUPR Sulbar Sinergi dengan BP2JK Kementerian PUPR

    Tingkatkan Kualitas Data Konstruksi, PUPR Sulbar Sinergi dengan BP2JK Kementerian PUPR

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam hal ini Bidang Jasa Konstruksi (Jakon) melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kementerian PUPR, Senin 8 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan data perusahaan dan kegiatan jasa konstruksi di wilayah Sulbar sebagai bagian dari persiapan […]

  • Yusuf T. Silambi: Transparansi Anggaran Penting untuk Pemerintahan yang Akuntabel

    Yusuf T. Silambi: Transparansi Anggaran Penting untuk Pemerintahan yang Akuntabel

    • 0Komentar

    Kutai Timur, Intuisi.id – Anggota DPRD Kutai Timur, Yusuf T. Silambi, menyoroti pentingnya transparansi anggaran sebagai fondasi utama pemerintahan yang akuntabel. Dalam rapat kerja DPRD Kutai Timur, Jumat (28/11/2024), Yusuf menyerukan agar pemerintah daerah memprioritaskan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. “Transparansi anggaran harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Dengan memperjelas alokasi […]

expand_less