Ubayya Dorong Reformasi Sistem Belanja Pegawai di Pemkot Bontang
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026

INTUISI.id – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Bontang mendorong evaluasi terhadap sistem penganggaran daerah agar lebih adaptif terhadap kebutuhan riil di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus LKPJ DPRD Bontang, Ubayya Begawan, dalam rapat kerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) di Kantor BPKAD, Minggu (10/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Ubayya menyoroti mekanisme penetapan belanja pegawai yang dinilai masih terlalu kaku karena pagu anggaran ditentukan langsung oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Akibatnya, OPD dinilai memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan kebutuhan anggaran berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Menurutnya, dinamika seperti pensiun, mutasi pegawai, hingga perubahan kebutuhan internal sering kali membuat perencanaan awal tidak lagi sesuai dengan kondisi berjalan.
“Seharusnya OPD punya ruang untuk menyusun kebutuhan sesuai kondisi aktual agar perencanaan lebih akurat,” ujarnya.
Ia menilai sistem penganggaran yang lebih fleksibel dapat membantu meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran sekaligus menekan besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang masih cukup tinggi setiap tahunnya.
Selain belanja pegawai, Pansus LKPJ DPRD Bontang juga menyoroti mekanisme anggaran kas (angkas) yang saat ini dicairkan setiap tiga bulan. Skema tersebut dinilai kurang mendukung percepatan pelaksanaan program di lapangan.
Karena itu, DPRD mempertimbangkan usulan agar pencairan anggaran dilakukan setiap bulan sehingga kegiatan OPD dapat berjalan lebih cepat dan penyerapan anggaran menjadi lebih optimal.
Meski demikian, Ubayya mengingatkan bahwa fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran tetap harus dibarengi sistem pengawasan yang ketat agar tidak memicu pemborosan maupun penyalahgunaan anggaran.
“Fleksibilitas tetap harus diimbangi kontrol agar penggunaan anggaran tetap tepat sasaran,” tegasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar