Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Tangani Stunting hingga Anak Tidak Sekolah, Inovasi Pastipadu Bawa Sulbar ke Lima Besar SDGs Award

Tangani Stunting hingga Anak Tidak Sekolah, Inovasi Pastipadu Bawa Sulbar ke Lima Besar SDGs Award

Intuisi.id, Jakarta – Penanganan stunting dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan sektor kesehatan. Kemiskinan, anak tidak sekolah, hingga perkawinan anak juga menjadi persoalan yang saling berkaitan dan perlu ditangani secara bersamaan.

Pendekatan inilah yang dibawa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui inovasi Pastipadu dalam ajang SDGs Action Award 2026.

Sulawesi Barat saat ini masuk lima besar Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs) Action Award 2026 kategori pemerintah provinsi yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas RI.

Dalam tahap penilaian tersebut, Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana bersama empat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memaparkan program Pastipadu atau Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Tim Pemprov Sulbar turut melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nehru Masagena, Kepala Bapperida Amujib, Kepala DKPPKB Nursyamsi, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Darmawaty.

Junda mengatakan, Sulbar bersaing dalam lima besar bersama Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Kelima provinsi memaparkan inovasi masing-masing di hadapan tim juri yang terdiri atas unsur kelembagaan, perguruan tinggi, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kita berharap Sulawesi Barat bisa menjadi yang terbaik melalui program inovasi Pastipadu ini,” kata Junda.

Namun, menurut dia, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak semata-mata mengejar penghargaan. Pemprov Sulbar juga berharap inovasi Pastipadu semakin dikenal dan memperoleh dukungan pemerintah pusat agar pelaksanaannya dapat diperluas.

Dalam pemaparan di hadapan juri, Junda menjelaskan bahwa Pastipadu dibangun dengan tiga prinsip utama, yakni berpikir holistik, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi.

Prinsip holistik menempatkan stunting sebagai persoalan yang tidak berdiri sendiri. Kondisi gizi anak, misalnya, dapat berkaitan dengan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Persoalan pendidikan dan perkawinan anak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting.

Karena itu, penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Berbagai persoalan yang saling berkaitan perlu dipetakan dan ditangani secara terpadu.

“Permasalahan di daerah tidak bisa kita lihat secara parsial atau sektoral, tetapi harus secara holistik. Stunting, misalnya, juga dipengaruhi oleh kemiskinan, perkawinan anak, dan masalah pendidikan, termasuk anak-anak yang tidak bersekolah,” jelasnya.

Prinsip kedua adalah kolaborasi. Penanganan stunting dan kemiskinan, menurut Junda, membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, hingga sosial.

Kolaborasi juga tidak hanya melibatkan pemerintah. Pihak swasta, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), masyarakat, perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut didorong mengambil peran.

Pendekatan tersebut mengedepankan kerja bersama atau pentahelix agar penanganan masalah dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Prinsip ketiga adalah digitalisasi. Pemprov Sulbar menggunakan dashboard Pastipadu untuk mengintegrasikan dan memverifikasi data sasaran, sekaligus membantu penyusunan program penanganan.

Melalui sistem tersebut, perkembangan sasaran dapat dipantau secara berkala sehingga intervensi diharapkan lebih terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Dalam pemaparannya, Junda turut menyampaikan sejumlah perkembangan yang dicatat selama sekitar dua tahun pelaksanaan program.

Ia menyebut angka kemiskinan Sulbar turun dari 10,18 persen menjadi 10 persen. Sementara itu, untuk stunting, ia menjelaskan bahwa angka sebelumnya sebesar 35 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Karena belum tersedia hasil survei nasional terbaru selama dua tahun, Pemprov Sulbar menggunakan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang dihimpun melalui layanan kesehatan dan Posyandu.

Berdasarkan data e-PPGBM yang dipaparkan Junda, angka stunting tercatat sekitar 26 persen. Angka tersebut menggunakan sumber data dan metode berbeda dari SSGI sehingga perlu dibaca dengan memperhatikan perbedaan basis pengukurannya.

Untuk persoalan anak tidak sekolah (ATS), Junda menyebut jumlah yang sebelumnya lebih dari 37 ribu anak kini diperkirakan tersisa sekitar 22 ribu anak.

Sementara itu, perkawinan anak juga menjadi sasaran penanganan Pastipadu. Junda mengakui persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian karena intervensi khusus terhadap perkawinan anak baru mulai dilakukan pada tahun ini.

“Ini menjadi bagian dari inovasi Pastipadu. Kita berupaya menyelesaikan persoalan secara terpadu, dan hasilnya mulai terlihat pada sejumlah indikator,” ujarnya.

Junda mengatakan, salah satu tantangan pelaksanaan Pastipadu adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat cakupan sasaran atau proyek percontohan yang dapat ditangani belum terlalu luas.

Karena itu, Pemprov Sulbar berharap partisipasi dalam SDGs Action Award dapat membuka peluang dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, selain memperoleh penilaian terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Tujuan utama kami bahwa program ini dikenal, kemudian mendapatkan supporting dari pemerintah pusat. Karena kita dengan keterbatasan fisikal, maka sampling-nya atau pilot project-nya itu juga masih tidak banyak. Sehingga kami mengharapkan tadi, selain kami berharapkan juara tentu kami mengharapkan dukungan,” pungkasnya. (*)

  • person
Bagikan Threads

Rekomendasi

  • Sambut Hari Jadi Polwan Ke-76, Polresta Mamuju Ziarah ke TMP Pati’di

    Sambut Hari Jadi Polwan Ke-76, Polresta Mamuju Ziarah ke TMP Pati’di

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Wanita (Polwan) ke-76, seluruh personel Polwan Polresta Mamuju melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Pati’di, Mamuju. Kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Dalam suasana yang penuh haru, para […]

  • Hadapi Persaingan Jasa Pelabuhan, Pelindo Periksa Armada dan Personel Pandu di Bontang

    Hadapi Persaingan Jasa Pelabuhan, Pelindo Periksa Armada dan Personel Pandu di Bontang

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Kesiapan kapal tunda, kapal pandu, dan personel menjadi perhatian PT Pelindo Jasa Maritim dalam menjaga kualitas layanan kepelabuhanan di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Jasa Maritim, Aris Subagyo, meninjau langsung operasional di Pelabuhan Loktuan, Bontang, Kamis (15/10/2026). Didampingi General Manager […]

  • Pemkesra Sulbar Kembali Menerima Pemberkasan Mahasiswa Penerima Beasiswa

    Pemkesra Sulbar Kembali Menerima Pemberkasan Mahasiswa Penerima Beasiswa

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Biro Pemkesra Prov. Sulbar melalui Bagian Kesra kembali melanjutkan pelayanan pemberkasan calon penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tahun 2025. Memasuki hari ke-11 atau H-1 jelang penutupan, tercatat sebanyak 53 mahasiswa telah dilayani. Senin, (29/09/25). Adapun rincian penerima beasiswa hari ini terdiri dari jalur prestasi akademik sarjana sebanyak 20 orang, jalur prestasi […]

  • Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara, DPRD Kaji Sistem Baru

    Retribusi Bontang Kuala Dihentikan Sementara, DPRD Kaji Sistem Baru

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Kebijakan penarikan retribusi di kawasan Kampung Wisata Bontang Kuala mendapat sorotan dari masyarakat karena dinilai memberatkan pengunjung. Menyikapi berbagai keluhan tersebut, DPRD Kota Bontang bersama pihak terkait mulai mengevaluasi sistem pungutan yang saat ini masih berada dalam tahap uji coba. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan mekanisme retribusi yang diterapkan […]

  • MTQ XI Sulbar 2026 Siap Digelar, Ajang Pembinaan Generasi Qur’ani Daerah

    MTQ XI Sulbar 2026 Siap Digelar, Ajang Pembinaan Generasi Qur’ani Daerah

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dibawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) menggelar Rapat Koordinasi dan Pemantapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulbar Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Selasa, 2 Juni 2026. Rapat dipimpin Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi […]

  • Dinas Perhubungan Sulbar Siapkan Berbagai Strategi Kelancaran Mobilitas Masyarakat Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Dinas Perhubungan Sulbar Siapkan Berbagai Strategi Kelancaran Mobilitas Masyarakat Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hadiri rapat kordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dalam rangka mengantisipasi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Via Zoom, Senin (1/12). Pembahasan dalam rapat ini peningkatan mobilisasi masyarakat baik dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru maupun dalam rangka liburan. Kadis Perhubungan Sulbar, Amir A. […]

expand_less