Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Rencana Pembangunan Tersus di Majene Dibahas, DKP Sulbar Tekankan Aspek Lingkungan dan Sosial

Rencana Pembangunan Tersus di Majene Dibahas, DKP Sulbar Tekankan Aspek Lingkungan dan Sosial

INTUISI.ID, Mamuju – Rencana pembangunan Terminal Khusus (Tersus) penunjang pertambangan batuan oleh PT. Cadas Industri Azelia Mekar kembali dibahas dalam rapat penilaian teknis yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis 25 September 2025. Proyek yang diajukan berlokasi di Desa Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dengan luas lahan mencapai 9,257 hektare.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar turut memberikan catatan, saran, dan masukan yang menjadi bahan pertimbangan penting agar pembangunan Tersus berjalan seimbang antara kepentingan industri, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan Sulbar melalui Misi Panca Daya yang digagas oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya pada poin ke-4 yaitu membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Menurut Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Tahun 2017, lokasi rencana Tersus berada di kawasan pariwisata dan perikanan tangkap. Sementara itu, berdasarkan dokumen materi teknis (Matek) RZWP3K, wilayah tersebut juga termasuk dalam zona perikanan budidaya.

Kondisi ini menimbulkan perbedaan tafsir, khususnya terkait rencana kegiatan reklamasi. Dalam perda, area reklamasi tercatat di zona perikanan tangkap, sementara dalam Matek RZWP3K masuk ke zona perikanan budidaya. Perbedaan ini perlu ditinjau lebih dalam agar tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang laut di kemudian hari.

Kekhawatiran Dampak bagi Masyarakat dan Wisata

Selain zonasi, DKP Sulbar menyoroti potensi dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat. Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi:
Apakah pengoperasian Tersus tidak akan mengganggu aktivitas tambak masyarakat di sekitar lokasi.
Apakah kegiatan pembangunan tidak berdampak negatif terhadap aktivitas wisata bahari yang menjadi potensi unggulan Majene.
Perlu adanya pengecekan ulang kondisi ekosistem terumbu karang di wilayah yang akan dibangun.

“Wilayah pesisir bukan hanya ruang untuk industri, tetapi juga sumber penghidupan bagi nelayan, pembudidaya, dan sektor pariwisata. Semua aspek ini harus dipertimbangkan,” tegas perwakilan DKP Sulbar dalam forum.

DKP Sulbar juga mengingatkan perusahaan untuk melakukan sosialisasi terbuka kepada masyarakat sekitar mengenai rencana pembangunan Tersus. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman serta memberikan ruang dialog antara perusahaan dan warga pesisir.

Selain itu, perusahaan diharapkan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berhubungan langsung dengan sektor kelautan dan perikanan. Dukungan bisa berupa pemberdayaan nelayan, bantuan untuk pembudidaya, hingga kegiatan yang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam penilaian teknis, ditemukan pula adanya kesalahan penulisan lokasi pada peta rencana pembangunan. Kesalahan ini harus segera diperbaiki agar kejelasan batas wilayah proyek tidak menimbulkan sengketa di lapangan.

Rapat penilaian teknis melalui Zoom Meeting ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan pembangunan Tersus dapat berjalan sesuai regulasi, tetap menjaga ekosistem laut, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Kepala DKP Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. “Kami mendukung setiap investasi yang bisa mendorong ekonomi daerah, tetapi jangan sampai pembangunan merugikan masyarakat pesisir dan merusak ekosistem laut. Perusahaan perlu terbuka, melakukan sosialisasi dengan warga, serta berkomitmen pada tanggung jawab sosial yang nyata bagi nelayan dan pembudidaya,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur penunjang pertambangan memang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah. Namun, DKP Sulbar menegaskan bahwa setiap langkah harus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Perlindungan lingkungan laut, kejelasan zonasi, dan kesejahteraan masyarakat pesisir harus menjadi landasan utama sebelum proyek ini direalisasikan. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Kompak dan Solid, Sutinah Harapkan Korpri Terus Majukan Mamuju

    Kompak dan Solid, Sutinah Harapkan Korpri Terus Majukan Mamuju

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju — Pengurus Korpri tingkat Kecamatan Mamuju resmi dikukuhkan oleh Ketua Korpri Kabupaten Mamuju, H. Suaib, dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mamuju, Jumat, 13 September 2024. Dalam sambutannya, Suaib memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Korpri yang telah berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Ia berharap kekompakan dan soliditas anggota […]

  • Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu, Junda Maulana : Wujud Dukungan Terhadap Misi Kedua SDK-JSM

    Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu, Junda Maulana : Wujud Dukungan Terhadap Misi Kedua SDK-JSM

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Penanganan dan Pencegahan Kemiskinan dan Stunting Tahun 2025 dan 2026 di Ruang Teater Lt. 2 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (31/7/2025). Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana yang juga Wakil Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Pastipadu Pemprov Sulbar […]

  • BPKAD Sulbar Lakukan Rekonsiliasi dan Evaluasi DAK Fisik, Pastikan Data OMSPAN Akurat

    BPKAD Sulbar Lakukan Rekonsiliasi dan Evaluasi DAK Fisik, Pastikan Data OMSPAN Akurat

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melaksanakan kegiatan Rekonsiliasi dan Evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025, Senin 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi BPKAD Provinsi Sulawesi Barat. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat […]

  • Peredaran Uang Palsu Jadi Sorotan, Pj. Gubernur Bahtiar Tindaklanjuti Keterlibatan ASN Sulbar

    Peredaran Uang Palsu Jadi Sorotan, Pj. Gubernur Bahtiar Tindaklanjuti Keterlibatan ASN Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Kasus peredaran uang palsu yang terungkap di Sulawesi Barat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH). Dalam perkembangan terbaru, dua di antara tersangka yang diamankan diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar). Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin menyatakan dukungannya terhadap proses hukum […]

  • Gubernur SDK: Mitigasi Harus Jadi Budaya Masyarakat

    Gubernur SDK: Mitigasi Harus Jadi Budaya Masyarakat

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Majene – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam simulasi penanganan bencana yang digelar di Stadion Gelora Mandar, Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian apel kesiapsiagaan dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, dimana sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan ini. Mulai dari TNI, Polri, BPBD dari berbagai kabupaten, […]

  • Yusuf T. Silambi: Musrenbang Wadah Penting untuk Aspirasi Masyarakat

    Yusuf T. Silambi: Musrenbang Wadah Penting untuk Aspirasi Masyarakat

    • 0Komentar

    Kutai Timur, Intuisi.Id — Anggota DPRD Kutai Timur dari PDI Perjuangan, Yusuf T. Silambi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang). Ia menilai forum ini sebagai wadah penting untuk mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat demi menciptakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dalam keterangannya di pelataran DPRD […]

expand_less