Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali mengikuti pembahasan desk tematik Program Strategis Nasional (ProSN) dalam rangka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026 antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pembangunan sumber daya manusia dalam kerangka agenda pembangunan nasional, sekaligus selaras dengan misi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom ini diikuti langsung oleh Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, MM, bersama jajaran perangkat daerah terkait dari Kantor Bapperida Sulbar, Jumat (6/3/2026).
Pada hari kedua pelaksanaan desk tematik tersebut, sejumlah isu strategis pembangunan nasional menjadi fokus pembahasan, antara lain:
Ketahanan pangan, melalui program swasembada pangan dengan dukungan pembangunan dan penguatan sistem irigasi.
Pengentasan kemiskinan, melalui program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi, dengan fokus pada pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan ekonomi syariah dan akses keuangan daerah.
Pembinaan ideologi Pancasila, melalui peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Penanggulangan bencana, melalui penguatan Trantibumlinmas.
Perluasan akses pendidikan, dengan percepatan revitalisasi satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah.
Khusus pada tema pertumbuhan ekonomi, pembahasan menitikberatkan pada pengembangan ekonomi syariah serta peningkatan akses keuangan daerah.
Dalam sesi tersebut, Kepala Bapperida Sulbar Amujib hadir bersama Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Firman, serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Barat.
Amujib menegaskan bahwa forum desk tematik ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan program pembangunan nasional dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Rakortekrenbang ini merupakan forum teknis untuk memastikan pembangunan di Sulawesi Barat berjalan seiring dengan arah kebijakan nasional,” ujarnya.
Untuk memperkuat pembahasan, Bapperida Sulbar juga membentuk tim pendamping pada setiap tema diskusi yang ditempatkan di berbagai perangkat daerah sesuai dengan bidang urusan masing-masing.
Melalui mekanisme tersebut, setiap isu strategis dapat didampingi secara intensif oleh tim teknis yang relevan sehingga pembahasan menjadi lebih fokus, terarah, dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.
Pelaksanaan desk tematik berlangsung secara interaktif dengan menekankan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran langsung Kepala Bapperida Sulbar dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus menghasilkan kesepakatan konkret yang mendukung pencapaian target pembangunan nasional dan daerah tahun 2027, sebagaimana tertuang dalam berita acara Rakortekrenbang. (*)





