INTUISI.ID, Mamuju – Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan jajaran Forkopimda Sulbar kembali melakukan penebaran benih ikan Nila di area publik. Kali ini, ribuan benih ikan ditebar di Sungai Tasiu, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dengan melibatkan pelajar.
Penebaran benih ikan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan di Sulbar, sekaligus mendukung program pemerintah pusat, termasuk swasembada pangan dan makan bergizi gratis.
“Ikan adalah salah satu sumber gizi masyarakat, sehingga keberadaannya harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Bahtiar.
Menurut Bahtiar, Sulawesi Barat memiliki sumber daya air tawar yang melimpah, namun pemanfaatannya belum maksimal.
“Air tawar ini mengalir dari gunung ke laut tanpa digunakan secara optimal. Jangan biarkan air sungai mengalir begitu saja, kita harus menjadikannya sebagai sumber ekonomi, salah satunya melalui budidaya ikan Nila,” jelasnya.
Bahtiar memaparkan dua konsep utama dalam pengembangan budidaya ikan Nila di Sulbar:
1. Bantuan Bibit kepada Masyarakat
Melalui Unit Pembibitan Rakyat (UPR), pemerintah akan menyalurkan bibit ikan Nila kepada masyarakat untuk dibudidayakan secara mandiri.
2. Penebaran Benih di Area Publik
Benih ikan Nila ditebar di bendungan, sungai, dan area perairan publik lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Jika kita konsisten melakukan ini, dalam 7 bulan ke depan produksi ikan Nila di Sulbar akan meningkat signifikan,” tegas Bahtiar.
Penebaran benih ikan kali ini juga melibatkan siswa sekolah, sebagai upaya edukasi lingkungan sejak dini.
“Dengan melibatkan siswa, kita mengajarkan mereka untuk menjaga lingkungan dan memahami bagaimana alam bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat,” kata Bahtiar.
Salah satu siswa SMA Negeri 1 Kalukku, Andi Suci Nur Aisyah, mengaku bangga bisa ikut dalam kegiatan ini.
“Program ini sangat bagus, dan mengajarkan kami untuk menjaga alam,” ungkapnya.
Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengapresiasi program penebaran benih ikan ini. Menurutnya, ikan Nila memiliki nilai jual tinggi, sehingga program ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini sangat bagus. Kita harap gubernur selanjutnya bisa mendukung dan melanjutkan program seperti ini,” ujar Sutinah.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Sulbar semakin memanfaatkan potensi perairan yang ada, meningkatkan produksi ikan Nila, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah. (ADV)




