Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Plh Sekprov Sulbar Dorong Implementasi Efektif Pergub Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029

Plh Sekprov Sulbar Dorong Implementasi Efektif Pergub Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029

INTUIS.ID, Mamuju – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Penanggulangan Bencana Tahun 2025–2029, yang digelar di Hotel Grand Putea, Kamis, 23 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Junda Maulana menekankan pentingnya dokumen perencanaan penanggulangan bencana sebagai arah kebijakan strategis lima tahunan bagi pemerintah daerah.

Ia menyebut, dokumen ini menjadi acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana di Sulbar. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga

“Dokumen perencanaan penanggulangan bencana itu penting karena akan menjadi arah kebijakan yang kita susun lima tahunan,” jelas Junda Maulana.

Menurutnya, ada beberapa poin utama yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dan implementasi dokumen tersebut. Salah satunya adalah penguatan kelembagaan agar koordinasi antarinstansi berjalan solid dan efektif.

“Dalam menangani situasi bencana, kelembagaannya harus solid. Kalau tidak, sulit berkolaborasi. Koordinasi antara provinsi, kabupaten, instansi vertikal, dan seluruh stakeholder harus terjalin dengan baik,” ujarnya.

Selain penguatan kelembagaan, Junda Maulana menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah. Ia menyebut, penanggulangan bencana tidak akan efektif tanpa pemahaman masyarakat terhadap kebijakan dan dokumen perencanaan yang disusun.

“Sebaik apa pun peran pemerintah, kalau masyarakatnya tidak paham, tidak ada artinya. Jadi masyarakat harus betul-betul mengerti isi dokumen dan perannya dalam mitigasi bencana,” tegas Junda Maulana.

Ia juga menyoroti keterlibatan dunia usaha dalam proses penanggulangan bencana. Menurut Junda Maulana, sektor swasta tidak bisa hanya menjadi penonton, melainkan turut berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana dan pemulihan ekonomi pasca-bencana.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, keberhasilan rencana penanggulangan bencana sangat bergantung pada implementasi nyata di lapangan.

“Sebaik apa pun dokumen, kalau tidak diimplementasikan, tidak akan bermanfaat. Maka penting dilakukan sosialisasi seperti ini untuk menyamakan persepsi antara pengambil kebijakan, pelaksana, dan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk mendukung implementasi, Junda Maulana menekankan empat faktor penting: sosialisasi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas aparat, dukungan anggaran, serta penyusunan struktur dan mekanisme kerja yang jelas.

“Kita perlu sumber daya aparat yang mumpuni, dukungan anggaran, dan struktur organisasi yang jelas. Semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, harus berkolaborasi,” beber Junda Maulana.

Ia juga menambahkan, pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana perlu dilakukan secara rutin agar seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.

“Pelatihan harus dilakukan setiap saat untuk mengingatkan peran dan tugas masing-masing. Hanya dengan begitu, kesiapsiagaan kita terhadap bencana bisa benar-benar terwujud,” tutupnya.  (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Plt Karo Pemkesra Sulbar Hadiri Penyelesaian dan Pembahasan Kebijakan Batas Daerah di Kemendagri

    Plt Karo Pemkesra Sulbar Hadiri Penyelesaian dan Pembahasan Kebijakan Batas Daerah di Kemendagri

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Jakarta – Plt. Karo Pemkesra Setda. Provinsi Sulawesi Barat Murdanil, menghadiri Rapat Penyelesaian dan Pembahasan Kebijakan Batas Daerah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri di Hotel Habitare, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025). Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah, […]

  • Perkuat Sinergi, Inspektorat Sulbar Terima Koordinasi DLHK Terkait Gerakan Indonesia ASRI

    Perkuat Sinergi, Inspektorat Sulbar Terima Koordinasi DLHK Terkait Gerakan Indonesia ASRI

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Inspektur Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, menerima kunjungan koordinasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat, Zulkifli Manggazali terkait pelaksanaan dan pelaporan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Inspektur, Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran […]

  • Amujib: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan di Tengah Fiskal Terbatas

    Amujib: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan di Tengah Fiskal Terbatas

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mendorong lahirnya inovasi pembangunan sebagai strategi menghadapi keterbatasan fiskal. Pendekatan tersebut dinilai menjadi solusi agar pembangunan tetap berjalan efektif, meski ruang anggaran daerah semakin terbatas. Komitmen itu disampaikan Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Amujib, M.M., saat membuka […]

  • 24.000 Hektar Lahan Transmigrasi Siap Digarap, Sulbar Targetkan Penurunan Kemiskinan

    24.000 Hektar Lahan Transmigrasi Siap Digarap, Sulbar Targetkan Penurunan Kemiskinan

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 146, angka ini jauh di atas rata-rata nasional, mencerminkan tingkat kesejahteraan petani yang cukup baik, dan tingginya NTP banyak ditopang sektor pertanian di kawasan transmigrasi. Hal itu Ia sampaikan Suhardi Duka saat Rapat Koordinasi Tematik Ketransmigrasian 2025 bersama Menteri Transmigrasi Muhammad […]

  • Pemkot Bontang Pangkas Belanja, Pelayanan Dasar Tetap Jadi Prioritas

    Pemkot Bontang Pangkas Belanja, Pelayanan Dasar Tetap Jadi Prioritas

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Pemerintah Kota Bontang melakukan penyesuaian anggaran 2026 di tengah menyempitnya ruang fiskal daerah. Meski kemampuan pendanaan belanja turun hampir Rp119 miliar, pelayanan dasar masyarakat tetap dipertahankan sebagai prioritas. Penyesuaian tersebut tertuang dalam kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026. Total […]

  • NPCI Bontang 2026–2031 Resmi Dilantik, Dorong Penguatan Olahraga Disabilitas

    NPCI Bontang 2026–2031 Resmi Dilantik, Dorong Penguatan Olahraga Disabilitas

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Kepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bontang masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Graha Pemuda Kantor Dispopar, Sabtu (18/4/2026). Iwan Purnomo dan jajaran dikukuhkan sebagai Ketua NPCI Kota Bontang oleh Ketua NPCI Kaltim Suharyanto. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam sambutannya menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal penguatan […]

expand_less